alexametrics

Ferdinand Sebut Buzzer Politik Adalah Sebuah Kebutuhan

loading...
Ferdinand Sebut Buzzer Politik Adalah Sebuah Kebutuhan
Diskusi politik bertema 'Buzzer Politik di Media Sosial Efektifkah?' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2010). Foto/SINDOnews/Raka Dwi N
A+ A-
JAKARTA - Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa buzzer media sosial merupakan sebuah kebutuhan dan berperan penting dalam perpolitikan di Indonesia.

“Buzzer politik sebuah kebutuhan, hanya tatacaranya kurang bagus dan tidak diatur. Apalagi, banyak akun medsos, utamanya Twitter yang menyembunyikan identitas aslinya,” kata Ferdinand dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Meski demikian, Ferdinand menegaskan, jika dirinya tidak pernah menggunakan buzzer. Dia hanya memiliki beberapa akun medsos seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, dan ia kelola sendiri.

“Saya menikmati betul situasi media sosial Twitter, meski ada yang di luar batas, seperti membully. Tapi sebagai politisi, terjun ke medsos ya saya harus siap dengan itu,” jelasnya.

Soal adanya arahan dari Partai Demokrat untuk melancarkan isu-isu ataupun tagar di medsos, Ferdinand secara tegas mengatakan tidak ada instruksi tersebut. Menurutnya, arahan untuk membela Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono saja tidak ada.

“Tidak ada, tapi tanpa diperintah, kader kami akan membela, tidak ada perintah secara khusus. Kami dilatih menggunakan media sosial, memanfaatkan medsos untuk berinteraksi komunikasi kepada masyarakat melalui medsos, kita ajari kader komunikasi, sehingga apa yang dibicarakan pas,” tuturnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak