alexametrics

Pemerintah Pastikan Beri Bantuan Korban Gempa Situbondo

loading...
Pemerintah Pastikan Beri Bantuan Korban Gempa Situbondo
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho memastikan pemerintah akan membantu korban gempa di Situbondo, Jawa Timur (Jatim). Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pemerintah akan membantu korban gempa di Situbondo, Jawa Timur. Pemerintah recananya akan memberikan santunan dan juga memperhatikan bagi korban yang luka.

"Gubernur (Jawa Timur) tadi udah sampai sana, ya penanganannya pasti dalam kondisi-kondisi seperti ini tentu korban mendapat santunan sukacita Rp15 juta per jiwa yang disampaikan ke ahli waris, korban luka luka masih dirawat ke puskesmas," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Sutopo menjelaskan untuk pengungsian bagi korban gempa di Situbondo akan difasilitasi oleh pemerintah bersama BNPB seperti penyediaan makanan, dan sebagainya. Karena beberapa masyarakat masih trauma di dalam rumah dan lebih memilih mengungsi.

"Karena masyarakat masih trauma, tadi banyak mereka yang ada diluar rumah tapi dengan kondisi sudah tidak ada gempa yang dirasakan, gempa susulan masih ada hanya 3,2 SR dan 3,8 SR yang tidak dirasakan dan tidak merusak sebagian besar masyarakat telah kembali ke rumahnya," jelasnya.

Untuk bantuan sendiri BNPB diketahui setiap tahun selalu memberikan bantuan logistik, peralatan, termasuk pelatihan pendanaan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Hal tersebut untuk mengantisipasi bencana alam yang terjadi tiba-tiba.

"Ketika terjadi bencana ya BPBD Kabupaten atau Kota itu langsung memberikan bantuan menggunakan stock yang ada di gudang tadi begitu juga SKPD yang lain, dari Dinsos kayak Tagana mereka juga memberikan bantuan," tuturnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak