alexametrics

Sebanyak 4.143 SD Terapkan Pendidikan Karakter

loading...
Sebanyak 4.143 SD Terapkan Pendidikan Karakter
Sebanyak 4.143 SD Terapkan Pendidikan Karakter. (Ilustrasi).
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 4.143 sekolah dasar (SD) telah menerapkan pendidikan karakter. Pemerintah menilai jumlah ini masih sedikit sehingga harus terus diperluas lagi. Saat ini sudah ada 1.084 sekolah pelaksana Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di bawah pembinaan direktorat SD.

Selanjutnya ada 3.059 sekolah model yang dikembangkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Direktur Pembinaan SD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khamim menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan jumlah SD di Indonesia yang mencapai 148.244 unit maka, jumlah pelaksana PPK di SD memang masih terbilang kecil.

Ke depan pemerintah pusat akan memberikan kewenangan seluas-luasnya kepada pemerintah daerah untuk mendiseminasikan atau menyebarkan materi PPK yang sudah diajarkan di sekolah pelaksana ke sekolah lain yang belum menerapkan PPK. "Harapan kami melalui APBD dinas pendidikan kabupaten kota bisa mendiseminasikan contoh-contoh baik ke sekolah lain. Kita terus mendorong pemda juga terus menginisiasi PPK," katanya saat diskusi Sinergi Tripusat Pendidikan Memperkuat Karakter Bangsa di era Revolusi Industri 4.0 di kantor Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

Pemerintah juga akan menambah sekolah model atau sekolah rujukan di setiap kabupaten minimal satu unit. Penambahan sekolah rujukan ini akan dibangun di daerah terpencil. Diharapkan akan semakin bertambah sekolah rujukan yang membina antara empat hingga lima sekolah di sekitarnya.

Menurut Khamim, PPK ini penting sebab anak-anak kita tidak cukup dibekali dengan kemampuan ilmu pengetahuan tanpa dibarengi dengan kekuatan spiritual dan karakter. Pendidikan karakter tersebut akan menjadi bekal bagi anak di masa depan sehingga mampu meningkatkan daya saing bangsa. "PPK menjadi bagian amanah yang harus dituntaskan sehingga kedepan anak Indonesia akan memiliki daya saing yang sejajar dengan bangsa lain," katanya.

Director & Chief Financial Officer Trakindo Setio A Dewo mengatakan, revolusi Industri 4.0 merupakan sistem yang mengintegrasikan dunia online dengan produksi industri, maupun bidang lainnnya yang menggunakan teknologi digital dan otomatisasi.

Karena itu perkembangan revolusi industri harus menjadi perhatian serius dari semua pihak. Terutama untuk pengembangan karakter anak sebagai generasi penerus bangsa. Kata dia, kita harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajar anak berpikir positif, menyaring informasi informasi yang baik dan melatih pola pikir anak.

Dewo menambahkan, pihaknya mendukung terwujudnya sinergi Tripusat Pendidikan untuk memperkuat karakter bangsa dengan program pendidikan 4.0. Trakindo juga meluncurkan buku Bangun Karakter Bangsa untuk memperkuat komitmen dalam mendukung program pemerintah yaitu gerakan penguatan pendidikan karakter.

Ketua Harian Komisi Nasional untuk UNESCO Arief Rachman menambahkan, pembentukan karakter merupakan proses yang berlangsung lama. Anak-anak harus mendapatkan pendidikan karakter sejak dini dengan didukung oleh lingkungan yang berkarakter. "Perwujudan sinergi antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang berjalan baik dapat menjadikan perkembangan karakter optimal bagi anak. Melalui sinergi ini diharapkan dapat dapat menumbuhkan pemahaman bagi ilmu yang didapat di sekolah akan diaktualisasikan di masyarakat," katanya.

Dia menuturkan, tantangan pendidikan dalam penerapan pendidikan karakter ialah pendidikan lebih mengunggulkan otak dibanding watak. Selain itu ukutan sekolah unggulan ialah masih sekolah dengan nilai tertinggi atau rangking. Selain itu kejujuran juga belum berhasil menjadi faktor determinan dalam menentukan keberhasilan anak dalam belajar.

Arief juga menuturkan, muatan kurikulum sangat komprehensif dan belum semua guru memiliki keterampilan memilih materi. Selain itu juga motivasi pendidik masih sangat struktural esensial sehingga belum fungsional. "Dominasi sosial media dan gadget juga menjadi tantangan pendidikan. Selain juga ada sumber berita atau kontek yang tidak jelas sehingga menimbulkan hoax," jelasnya. (Neneng Zubaidah)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak