alexametrics

Wisuda Ke-61, UPGRIS Terapkan Sistem Penomoran Ijazah Nasional

loading...
Wisuda Ke-61, UPGRIS Terapkan Sistem Penomoran Ijazah Nasional
Rektor UPGRIS Dr Muhdi memimpin acara wisuda ke-61 di Gedung Balairung Kampus UPGRIS, Semarang, Jawa Tengah, Senin (7/5/2018). Foto/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) telah menerapkan pemberlakuan sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL) bagi lulusannya. Penerapan PIN tersebut diberlakukan pada Wisuda ke-61 UPGRIS tahun ini.  

Hal tersebut mengacu pada imbauan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang meminta perguruan tinggi menerapkan PIN paling lambat Mei 2018.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi menyatakan, dengan sistem PIN maka seluruh ijazah yang dikeluarkan oleh UPGRIS sudah memiliki nomor seri yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti.

"Dengan memenuhi ketentuan tersebut, lulusan kami dapat telah memenuhi kredibilitas baik karena sudah diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di perguruan tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi," terang Muhdi di sela-sela acara  wisuda ke-61 di Gedung Balairung UPGRIS, Semarang, Senin (7/5/2018).



Menurutnya, pemberlakuan sistem PIN akan memudahkan penelusuran ijazah, serta mempersempit ruang gerak pemalsuan ijazah. Selain itu, lulusan tidak perlu melakukan legalisasi lagi karena nomor ijazah sudah terdaftar secara online di Kemenristekdikti.

"Oleh Kemenristekdikti, PIN ini untuk memudahkan pendataan dan analisis statistik lulusan perguruan tinggi di Tanah Air," ungkapnya.

Sementara di hadapan ratusan wisudawan, Muhdi mengatakan bahwa dalam menghadapi era disrupsi seperti saat ini tantangan dunia kerja akan terus berkembang. Untuk itu, para lulusan selain harus terus mengembangkan hard skills atau keahlian teknis hendaknya juga harus didukung oleh soft skills.

"Soft skill ini adalah kemampuan interaksi sosial terutama soal integritas atau karakter, kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam sebuah tim," papar Muhdi.

Dia menambahkan, para lulusan juga sudah dibekali dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang  akan sangat berguna di pasar kerja. "Karena sekarang ditanyakan oleh pemberi kerja adalah, apa keterampilan yang dimiliki selain prestasi akademik," ujarnya.

Dalam mengembangkan kemampuan keterampilan mahasiswa, UPGRIS membuka Lembaga Sertifikasi Profesi 1 (LSP 1) dengan 11 skema. Skema tersebut antara lain instruktur junior, perancangan pembelajaran inovatif, junior administrasive assistant, bahasa lnggris untuk house keeper, kepenyiaran, junior web programer, pengawasan kinerja tenaga kerja, kultur jaringan, pelaksana budidaya anggrek hingga penentuan jenis produk usaha.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak