alexametrics

Sekolah Berkualitas Tak Harus Mahal

loading...
Sekolah Berkualitas Tak Harus Mahal
Sekolah Berkualitas Tak Harus Mahal. (Istimewa).
A+ A-
Bermutu tidaknya institusi pendidikan tidak bisa diukur dari mahal tidaknya institusi tersebut menetapkan biaya pendidikan.

Namun, pandangan bahwa semakin mahal biaya sekolah semakin bagus mutunya sudah memengaruhi psikologis masyarakat khususnya di kota besar. Setiap orang tua menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya.

Sebab pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk kesuksesan anak di masa depan. Karenanya, banyak orang tua selektif dalam memilih sekolah untuk anaknya. Bahkan, banyak yang harus rela mengeluarkan biaya besar. Padahal Biaya mahal belum tentu menentukan kualitas sekolah.

Sekolah berkualitas tidak hanya sekadar fasilitas yang modern saja. Justru kuncinya, sekolah yang tepat akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan dan kecerdasan anak. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY masih yakin dengan keberadaan sekolah negeri.



Jaminan lulusan siswa dengan prestasi nilai masih mendominasi setiap tahun. Kepala Disdikpora DIY Kadarmanto Baskara Aji mengungkapkan, untuk DIY, sekolah masih didominasi sekolah dengan standar nasional. Meskipun ada sekolah yang menambahkan penguatan kurikulum bahasa internasional, tapi pada prinsipnya, masih tetap menggunakan kurikulum nasional.

“Untuk persaingan tetap menang sekolah negeri, seperti SMAN 1 Yogyakarta , SMAN 3 Yogyakarta, SMAN 8 Yogyakarta, SMAN 1 Bantul dan lainnya, begitu juga SMP,” katanya kepada KORAN SINDO, kemarin. Dijelaskannya, dari catatannya di Yogyakarta hanya ada satu sekolah internasional, yaitu Jogja Independent School.

Sekolah tersebut sejak SD tidak menggunakan kurikulum nasional. Dengan demikian, tidak bisa dibandingkan antara sekolah internasional dan sekolah umum. Kurikulum juga beda, mereka bisa mengacu pada Cambridge atau lainnya. “Kalau sekolah nasional dan tambahan kurikulum beda lagi, tapi masih sama-sama.

Artinya beberapa sekolah negeri masih bagus dan di atas sekolah-sekolah tersebut,” ucapnya. Kepala SMP IT Lukman Alhakim Internasional Yogyakarta Fourzia Yunisa Dewi mengungkapkan, lembaganya memang menjadi salah satu sekolah menggunakan kurikulum nasional dan tambahan wawasan internasional bagi peserta didiknya.

Konsep pendidikan yang ditawarkan juga lebih dibandingkan dengan sekolah pada umumnya. Sekolah tersebut berusaha melakukan pendekatan menyeluruh atau holistik meliputi aspek kognitif, motorik, dan afeksi dengan proses pembelajaran integral. “Jadi, siswa tidak merasa terbebani dengan terlalu banyak materi berbeda-beda,” katanya.

Untuk itu, upaya mendidik siswa juga dilakukan lebih intensif. Selain itu, sekolah tersebut juga berusaha memberikan pendidikan karakter keislaman dengan berusaha mengenai perkembangan dunia. Karena itu, sekolah dengan pola full day school menggunakan pola boarding sehingga lebih intensif menggarap peserta didik.

“Sekolah kami baru ada empat angkatan. Tahun lalu sekolah kami juara story telling se-Bantul. Mewakili DIY dalam olimpiade IPS se- Jawa Bali di Jakarta,” katanya. Secara umum untuk sekolah negeri di DIY sama dengan daerah lain sudah tidak ada lagi embel-embel sekolah internasional, semua sekolah negeri berstatus reguler.

Meski begitu, untuk sekolah swasta memang masih ada yang mencantumkan sekolah internasional. Dengan adanya label tersebut, menyebabkan biaya tidak sedikit untuk dapat menempuh pendidikan di tempat tersebut.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak