alexa snippet

30% Lulusan Sekolah Pariwisata Terserap Pasar Luar Negeri

30% Lulusan Sekolah Pariwisata Terserap Pasar Luar Negeri
Sebanyak 30 % lulusan sekolah pariwisata terserap pasar luar negeri. Mereka mendatangkan devisa Rp1 triliun per tahun ke Tanah Air. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
BEKASI - Sebanyak 30 % lulusan sekolah pariwisata terserap pasar luar negeri. Mereka mendatangkan devisa Rp1 triliun per tahun ke Tanah Air. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, ada enam kampus pariwisata yang berada di bawah Kemenpar. Mereka berdiri di Medan, Palembang, Bandung, Bali, Lombok dan Makassar.

Dia mengungkapkan, lulusan perguruan tinggi pariwisata 100% diserap pasar, dengan 30% di antaranya bekerja di luar negeri. Dia merasa bangga bahwa devisa yang dikirim setelah mereka bekerja diluar negeri mencapai Rp1 triliun per tahun.

''Jadi kalau ada adik, kakak atau pacar yang mau masuk sekolah saya rekomendasikan dibawa ke Kemenpar karena 30% bekerja di luar negeri. Sebab mereka dalam setahun bisa memberi devisa Rp1 triliun. Rata-rata hampir Rp80 miliar mereka kirim ke keluarga,'' katanya usai menjadi pembicara utama di Presidential Lecture di President University, Cikarang, Bekasi, Senin (25/9/2017).

Mantan Direktur Utama PT Telkom ini menerangkan, dia menetapkan 70% dosen di sekolah pariwisata harus dari profesional. Alasannya perguruan tinggi pariwisata itu adalah vokasional yang memerlukan tenaga pengajar yang sudah ahli. Dengan demikian jika masih mengutamakan dosen biasa  maka perguruan tinggi akan langsung kalah dengan perguruan tinggi umum dari segi konsepnya.

Arief mengatakan, pemerintah sedang mengembangkan 10 destinasi wisata baru. Ke-10 destinasi tersebut yakni Labuan Bajo, Tanjung Kelayang (Belitung), Danau Toba, Mandalika (NTB), Morotai (Maluku), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Bromo, Borobudur, Tanjung Lesung (Banten), dan Kepulauan Seribu.

Kemenpar tidak bisa berdiri sendiri dalam penciptaan SDM untuk ke-10 kawasan destinasi yang diharapkan sebagai pengganti Bali ini. ''Agen perubahan yang efektif adalah perguruan tinggi. Jadi saya mohon perguruan tinggi yang punya prodi pariwisata ikut menyiapkan juga,'' terangnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik President University Dwi Larso menjelaskan, pihaknya mendukung program pariwisata yang digagas Kemenpar. Dwi mengatakan, di kampusnya ada prodi administrasi bisnis yang fokusnya menciptakan enterpreneur di bidang hospitality. Arahnya mereka akan menjadi start up di bidang industri kreatif.

Dwi mengakui, dosen dari kalangan profesional memang penting sebab banyak pelajaran dari dunia nyata yang bisa dipelajari mahasiswa yang tidak bisa dipelajari dari buku teks. ”Jadi kita banyak manfaat dari jika bekerja sama dengan industri. Di sisi lain industri dapat manfaat dari SDM yang kita ciptakan dan juga ilmu-ilmu yang kita strukturkan di kampus bisa ambil sebagai bagian pembelajaran,” jelasnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top