alexa snippet

19 Siswa akan Berlaga di Olimpiade Internasional

19 Siswa akan Berlaga di Olimpiade Internasional
Olimpiade siswa internasional. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Sebanyak 19 siswa Indonesia akan mengikuti empat olimpiade internasional yang akan digelar di berbagai negara.

Pertama, International Mathematical Olympiad (IMO) di Brazil 12-23 Juli. Tim yang berlaga ialah Timothy Jacob Wahyudi (SMA Santa Laurensia,Tangsel), Farras Mohammad Hibban Faddila (SMA Kharisma Bangsa, Tangsel), Bimo Adityarahman (SMA 3 Bandung), Gian Cordana (SMAK Petra 1 Surabaya), Otto Alexander (SMAK Penabur Gading Serpong), Kinantan Arya (SMA Taruna Nusantara).

IMO akan diikuti 600 siswa dari 115 negara. Pada 2016, tim memperoleh tiga perak dan tiga perunggu dan tahun ini ditargetkan meraih satu emas, satu perak dan empat perunggu.

Kedua, International Physics Olympiad (IphO) di Yogyakarta yang akan diikuti 87 negara. Siswa yang akan mewakili ialah Bonfilio Nainggolan (SMA 48 Jakarta), Faizal Husni (SMA Kharisma Bangsa), Ferris Prima Nugraha (SMAK BPK Penabur Serpong), Fikri Makarim Sosrianto (SMA IT Al Bina IBS), Gerry Windiarto (SMAN MH Thamrin).

Ketiga, International Chemistry Olympiad (IchO) di Bangkok pada 6 Juli-15 Juli yang diikuti oleh 79 negara. Siswa yang akan mewakili ialah Fahmi Naufal Rizki (SMA Kharisma Bangsa), M Ridho Setiyawan (SMA 1 Tahunan), Dean Fanggohans (SMA 8 Pekanbaru) dan Mario Lorenzo (SMAK BPK Penabur Gading).

Terakhir International Biology Olympiad (IBO) akan digelar di Inggris pada 23-30 Juli. Siswa yang akan berlaga Muhammad Iksan (SMA Kharisma Bangsa), Agnes Natasya (SMAK BPK Penabur Gading), Salsabila Roihanah (SMA Semesta BBS Semarang) dan Syailendra Karuna Sugito (SMA Semesta BBS Semarang).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, persiapan mental sudah harus diasah sejak tim melakukan pelatihan.

Kunci kesuksesan seseorang, kata dia, ditentukan oleh mentalnya. ‘’Mental pemenang biasanya didorong oleh kemauan kita untuk mencapai target,’’ ujar Hamid di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (19/6/2017).

Dia menjelaskan, setiap siswa harus yakin mampu meraih emas, bukan perak atau perunggu. Menurut dia, jika hanya mematok target yang rendah maka akan rendah pula prestasi yang dicapai.

Mental pun, kata dia, akan cepat jatuh. Siswa juga tidak akan mampu berjuang hingga akhir pertandingan.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top