alexametrics

Salawat dan Takbir Sambut Kepulangan Novel Baswedan

loading...
Salawat dan Takbir Sambut Kepulangan Novel Baswedan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (tengah) diapit petugas saat keluar dari Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (2/5/2015). (Sindophoto)
A+ A-
JAKARTA - Setelah sempat ditahan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, akhirnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali ke rumahnya di Jalan Deposito T No. 8 RT 03/10 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tiba pukul 19.40 WIB di kawasan kediamannya, Novel langsung ke masjid Al-Ikhsan. Di masjid yang letaknya terpaut lima rumah dari kediamannya itu, dia melakukan salat Isya berjamaah bersama belasan warga yang telah menunggunya di halaman masjid.

Sebelum melakukan salat, Novel menyalami belasan orang tersebut. Kedatangan Novel itu disambut salawat dan takbir. Setelah salat, Novel bersama belasan orang itu sujud syukur sebanyak satu kali sambil membaca doa.



Kemudian, dia pun menuju ke rumahnya. Setiba di gerbang rumahnya, Novel meminta awak media untuk berhenti mengikutinya.

Belasan orang yang menyambut Novel pun tidak ikut masuk. "Saat ini saya ingin istirahat, sudah dulu ya mohon," pinta Novel kepada para wartawan, Sabtu (2/5/2015) malam.

Dia juga menyarankan wartawan menghubungi kuasa hukumnya jika ingin menanyakan seputar kasus hukumnya. Di gerbang rumahnya, istri dan beberapa anggota keluarganya telah menunggu.

"Segala penyampaian silakan hubungi lawyer saya. Tadi saya sudah sampaikan di Kantor KPK sedikit banyaknya," tuturnya.

Hari ini tiga pemimpin KPK bertemu dengan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti di Mabes Polri. Pertemuan itu menyepakati penangguhan penahanan Novel.

Novel dijadikan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet saat dia menjadi Kasatreskrim Polresta Bengkulu tahun 2004.

Kasus yang menyeret Novel ini sempat ditunda pada 2012 atas permintaan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kasus ini kemudian diusut kembali atas permintaan pihak kejaksaan dan keluarga korban.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak