alexametrics

Ditawari Jadi Duta Desa, Ini Kata Iwan Fals

loading...
Ditawari Jadi Duta Desa, Ini Kata Iwan Fals
Musisi Kondang Iwan Fals. (SINDOphoto)
A+ A-
DEPOK - Musisi kondang Iwan Fals mengapresiasi kedatangan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar ke rumahnya di Leuwinanggung, Depok. Marwan meminta Iwan untuk menjadi duta desa berkeliling desa lewat musik.

“Saya tentu bangga merasa senang didatangi Pak Marwan harus memikirkan 5.000 desa. Desa menurut saya tempat dilahirkannya penduduk yang berpotensi jadi Hitler, Einstein, dan orang hebat lainnya. Saya masih percaya setiap manusia punya keistimewaan,” ujarnya di Leuwinanggung, Tapos, Bogor, Selasa (16/12/2014).

Iwan menilai, desa merupakan tempat yang asik untuk merenung. Ia mengaku kerap mengunjungi wilayah Jonggol, Bogor untuk melihat suasana desa.



“Ada 74 ribu orang dikali 5.000 desa berapa banyak itu masyarakat kita. Desa adalah tempat yang luar biasa saya bisa melihat alam. Kalau lagi mumet saya tempat juga sering ke Jonggol lihat teman–teman bertani dengar suara alam, bagaimana desa jadi sejahtera,” jelasnya.

Iwan mengaku siap dan akan memikirkan dengan manajemen untuk manggung ke seluruh desa. Ia menyebut akan menyanyikan 15 lagu setiap mengunjungi desa.

“Tinggal diatur oleh manajemen soal jadwal saya, mungkin bisa dikumpulkan lagunya ada 15 lagu mungkin saya bawakan. Saya akan renungkan kembali. Kalau untuk nyanyi genjreng genjreng saya mau karena memang hidup saya di situ. Bikin lagu saja setengah mati. Dari B ke C ke A. Pak Marwan mikirin desa punya ketegangan yang sama,” tuturnya.

Iwan menambahkan, dirinya merindukan suasana desa dan keindahan alam Indonesia. “Karena itu saat Pak Marwan datang saya agak brrr...ini ada apa? Tetapi dikasih gitar panggung dan mic paham saya harus ngapain, saya merindukan Indonesia yang jaya,” tutupnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak