alexametrics

SindoTV, Televisi Nasional Berjaringan Terbesar

loading...
SindoTV, Televisi Nasional Berjaringan Terbesar
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) didampingi istri, Liliana Tanoesoedibjo (kanan), dan Direktur Utama SindoTV Priscilla Diana Airin melepas tim liputan saat soft launching SindoTV di Gedung MNC Financial Center, Jakarta, kemarin.
A+ A-
JAKARTA - Sejarah baru diukir SindoTV. Setelah enam tahun tayang, stasiun televisi di bawah naungan MNC Group ini kemarin resmi menjadi televisi nasional berjaringan terbesar di Indonesia.

Peresmian ditandai dengan pelepasan iring-iringan Satelite News Gathering (SNG) dan kendaraan operasional beserta tim liputan SindoTV oleh CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT). ”Pagi ini (kemarin) kita berbahagia karena meluncurkan televisi nasional berjaringan yang terbesar di Indonesia. Dengan tekad kuat dan semangat berjuang untuk negeri, kami lepas tim liputan SindoTV.

Selamatbertugaskawan-kawan,” kata HT di lobi Gedung MNC Financial Center, Jakarta, kemarin. Ikut mendampingi HT yakni Liliana Tanoesoedibjo dan Direktur Utama SindoTV Priscilla Diana Airin. HT menjelaskan, SindoTV berbeda dengan tiga televisi milik MNC Group yang sudah mengudara secara nasional lebih dulu, yakni RCTI ,MNCTV, dan Global TV.

Sebanyak 70% konten (isi) SindoTV merupakan tayangan berita yang terdiri atas hard news, feature, dan talk show. Adapun 30% lainnya akan diisi dengan siaran sport. Dia menuturkan, sebagai televisi berjaringan terbesar, SindoTV mencakup seluruh wilayah Tanah Air. SindoTV memiliki jaringan 44 televisi lokal yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Bahkan, jumlah ini akan terus bertambah ke depannya.

”Sebentar lagi 45, tapi masih dalam proses. Ini akan terus dikembangkan,” katanya. Lebih lanjut HT menuturkan, pentingnya televisi nasional berjaringan sudah disadari MNC Group sejak awal, sehingga pada 2008 mulai merintis jaringan tersebut. Menurut HT, SindoTV -lah yang memelopori sistem televisi berjaringan di Indonesia.

”Waktu memulai 2008, kita yang pertama lalu diikuti televisi yang lain. Kita memulai dengan mengambil alih atau mengurus izin. Mengurus dari awal satu per satu hingga akhirnya saat ini lengkap menjadi televisi nasional berjaringan,” tutur Ketua Umum DPP Perindo ini. HT merasa bersyukur SindoTV resmi menjadi TV nasional berjaringan terbesar.

Enam tahun dari awal berdiri merupakan proses yang tidak mudah. Karena itu, dia meminta agar segenap karyawan SindoTV bekerja maksimal. HT juga meminta dalam waktu sesingkat-singkatnya SindoTV dapat menjadi TV berita terbaik di Indonesia. ”Bukan hanya karena jaringannya, tetapi juga audiensnya banyak.

Ini akan menjadi tugas kita dan Anda semua,” kata HT di depan seluruh karyawan SindoTV . Dalam kesempatan itu, HT juga memastikan bahwa SindoTV akan terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai aktualitas informasi berita. Komitmen itu sebagai wujud visi SindoTV yang akan menayangkan program-program referensi, memberikan informasi dan aspirasi yang kaya akan ragam konten lokal, nasional maupun internasional.

”Mari kita berkomitmen dalam menyajikan informasi berita yang aktual, relevan, dan berimbang agar SindoTV dapat menjadi pilihan dan solusi bagi masyarakat Indonesia seluruhnya,” tutur HT. Untuk diketahui, SindoTV pertama kali diluncurkan dengan nama SUNTV . Sejak 26 September 2011 namanya berubah menjadi SINDOTV, merupakan bagian dari sinergi Sindo Media bersama Sindo Radio (Trijaya FM ) dan Sindonews. com yang menayangkan acara-acara informatif seperti berita, hiburan, features, olahraga, dan talkshow.

Beberapa jaringan televisi lokal SindoTV antara lain SindoTV Medan (45 UHF), BMCTV Bali (53 UHF), KCTV Pontianak (45 UHF), dan MINANGTV Padang (31 UHF). Selain terdapat di jaringan terestrial, SindoTV dapat dinikmati di Satelit SES 7/Cakrawarta yang berada di Indovision, OkeVision, dan TopTV. Direktur Utama SindoTV Priscilla Diana Airin menegaskan, jaringan TV lokal SindoTV telah ada dari ujung Sumatera hingga Papua.

Sebagian besar di antaranya di ibu kota provinsi seperti Jakarta, Bandung, Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Batam, Bengkulu, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Semarang, Surabaya, dan Pontianak. Kemudian, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Kupang, Mataram, Makassar, Manado, Kendari, Gorontalo, Mamuju, Ambon, Manokwari, dan Ternate.

”Dalam waktu dekat, SindoTV juga akan hadir di Jambi, Pekanbaru, Yogyakarta, dan Jayapura,” jelas Airin. Dia mengungkapkan, SindoTV bukanlah sekadar stasiun televisi biasa. SindoTV yang didukung program-program unggulan akan hadir membawa semangat baru dalam dunia pertelevisian Indonesia.

”Yang lebih penting, kami memberikan 360 degrees solution atau media dengan layanan solusi terintegrasi penuh berupa on air, off air , social media hingga radio di bawah MNC Group bagi mitra usaha dan advertiser,” kata dia.

Airin menjelaskan, SindoTV memilih menjadikan informasi sebagai genre utama, yaitu dengan komposisi sebesar 70% dari seluruh durasi tayang per hari yang disusul tayangan olahraga danhiburansebesar30%. Sebagai televisi berjaringan terbesar di Indonesia, dirinya optimistis SindoTV akan dapat bersaing dengan TV nasional lainnya.

Dita angga
(bbg)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak