Temui Jokowi, Cak Imin Usulkan Harga BBM Sepeda Motor Diturunkan

Senin, 31 Oktober 2022 - 14:08 WIB
loading...
Temui Jokowi, Cak Imin...
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan jajaran pengurus PKB seusai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (31/10/2022). Foto/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (31/10/2022). Dalam pertemuan itu, politikus yang akrab disapa Cak Imintersebutantara lain mengusulkan harga BBM untuk sepeda motor diturunkan.

"Hari ini DPP PKB saya pimpin sebagai Ketua Umum beraudiensi dengan Bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo. Maksud audiensi ini melaporkan pertemuan seluruh kader utama PKB yang di Jakarta tiga hari kemarin. 5.000 kader utama yang merupakan pengurus dan anggota legislatif dan eksekutif, berkumpul di Jakarta," kata Cak Imin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Cak Imin juga menyampaikan rekomendasi dari pertemuan seluruh kader PKB kepada Presiden Jokowi. Salah satu rekomendasinya, terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca juga: Soal Duet Prabowo-Cak Imin, PKB: Itu Sudah Jelas

"Rekomendasi yang pertama tentang subsidi BBM, apakah memungkinkan kalau sepeda motor diturunkan sehingga mendapatkan subsidi. Sepeda motor harga BBM-nya jadi turun, untuk khusus sepeda motor. Dan angkutan umum. Tapi tadi masih dihitung lagi, karena pemilik sepeda motor itu jumlahnya 70 juta," kata Cak Imin.

Rekomendasi kedua, lanjut Cak Imin, terkait dengan pupuk. Pupuk menjadi salah satu fokus dari PKB karena beberapa kadernya di daerah menyebut saat ini sudah sampai pada level ketiadaan pupuk di daerah.

"Tadi lagi dicari jalan keluar, karena memang akibat perang itu produksi pupuk memang menurun di seluruh dunia, bukan hanya Indonesia. Karena itu ya kami beri masukan untuk jadi pertimbangan," kata Cak Imin.

Cak Imin memberi masukan, pupuk lebih baik diprioritaskan hanya untuk orang dengan tanah setengah hektare. Subsidinya, kata Cak Imin, difokuskan pada petani dengan pemilik tanah setengah hektare.

"Tadi akan dikaji dan dilihat karena produksi global pupuk ini memang ada kendala perang kendala krisis dan pasokan gas dari Rusia maupun Ukraina," jelasnya.

Cak Imin juga menyampaikan rekomendasi untuk memberi perhatian generasi muda menjelang bonus demografi 2030. Menurutnya, perlu diberikan kemudahan bagi pengusaha muda

"Pengusaha muda ini jumlahnya tidak terlalu banyak, makanya harus diberi kemudahan akses kredit tanpa agunan dan tanpa bunga. Ini supaya mereka terpacu energinya, tidak nanggung," ujarnya.

Kaum muda ini harus diberi akses teknologi skill terutama menyediakan teknologi-teknologi induk yang bisa dijadikan ekspresi energi kaum muda. "Nah yang ketiga, kaum muda ini memiliki kesempatan untuk tujuh tahun ini diberikan beasiswa sebanyak-banyaknya, ke luar negeri maupun ke lembaga-lembaga strategis," ungkapnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Namanya Disebut dalam...
Namanya Disebut dalam Pleidoi Nadiem, Jokowi: Yang Saya Tahu Pak Nadiem Orang Baik
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidang, Ini Respons Pengacara Jokowi
Berkas Kasus Ijazah...
Berkas Kasus Ijazah Jokowi dengan Tersangka Roy Suryo dan Dokter Tifa Lengkap, Segera Disidang
Jokowi Tak Hadir di...
Jokowi Tak Hadir di Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ternyata Ini Alasannya
Prabowo, Megawati Hadiri...
Prabowo, Megawati Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, SBY dan Jokowi Tak Terlihat
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Rekomendasi
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Berita Terkini
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved