Vaksin Meningitis Langka, Sampai Kapan?

Kamis, 20 Oktober 2022 - 20:39 WIB
loading...
Vaksin Meningitis Langka,...
Vaksin Meningitis Meningokokus (MM) untuk jamaah umrah alami kelangkaan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sebulan berlalu, kelangkaan Vaksin Meningitis Meningokokus (MM) belum juga tertangani sepenuhnya. Kondisi ini membuat sejumlah penyelenggaraan umrah terhambat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya menyatakan sekitar 250.000 vaksin sudah tersedia pada Oktober ini setelah sempat terjadi kekurangan stok pada pertengahan September. Masih kurangnya ketersediaan vaksin ini membuat Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan calon jamaah ketar-ketir. Pasalnya, mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan vaksin MM yang disyaratkan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.

Penambahan vaksin pada Oktober ini pun dinilai belum sebanding dengan membeludaknya calon jamaah umrah. Bahkan, calon jamaah juga kesulitan karena proses vaksinasi sementara hanya dapat dilayani di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Calon jamaah yang berhak divaksin adalah mereka yang bisa menunjukkan tiket keberangkatan ke Saudi.

Baca juga: Vaksin Meningitis Langka, PKS Harap Jamaah Umrah Jangan Sampai Telantar

Atas kekosongan vaksin MM ini, beberapa pemerintah daerah (pemda) pun sudah menyuarakan ke pemerintah pusat. Mereka menilai, kelangkaan ini bisa membuat calon jamaah gagal berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah.

Baca juga: 3 Tempat Vaksinasi Meningitis di Jakarta untuk Jamaah Umrah dan Haji

Kurangnya pasokan vaksin MM ini antara lain terjadi karena pemerintah Indonesia tak mengantisipasi lonjakan calon jamaah umrah pascapenyelenggaran haji. Seperti diketahui, Arab Saudi telah membuka kembali layanan ibadah umrah sejak 30 Juli lalu. Animo masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci pun melonjak tajam karena selama pandemi Covid-19 penyelenggaraan haji kuota dibatasi dengan jumlah sangat sedikit. Demikian juga ibadah umrah juga ditutup.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan kelangkaan vaksin yang terjadi saat ini membutuhkan win-win solution dari pemerintah dan pelaku usaha. Apalagi sudah ada calon jamaah umrah yang gagal berangkat karena waktu vaksin kurang dari 10 hari. “Ini agar tidak menimbulkan kegagalan jamaah berangkat umrah,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Kemenag, Kamis (20/10/2022).

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 23/2018 tentang Pelayanan dan Penerbitan Sertifikat Vaksinasi Internasional, vaksin MM menjadi syarat utama bagi calon jamaah haji dan PPIU.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Kepala BGN: Program...
Kepala BGN: Program MBG Akan Diberlakukan di Arab Saudi
Kemenag Dorong Waisak...
Kemenag Dorong Waisak 2026 di Borobudur Jadi Ruang Spiritualitas dan Perdamaian
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
Kemenag Gelar Sidang...
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijjah dan Iduladha 2026 Sore Ini
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Rekor! Adahi Bagikan...
Rekor! Adahi Bagikan 600 Juta Porsi Daging Dam Haji ke 25 Negara Islam
Rekomendasi
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Berita Terkini
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Infografis
Burung Elang Langka...
Burung Elang Langka yang Lama Hilang Terlihat Kembali di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved