Tragedi Kanjuruhan, Pemuda Perindo Minta PSSI Belajar dari Inggris

Rabu, 05 Oktober 2022 - 02:13 WIB
loading...
Tragedi Kanjuruhan, Pemuda Perindo Minta PSSI Belajar dari Inggris
Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra berharap PSSI dapat berkaca kepada Asosiasi Sepak Bola Inggris atau The Football Association (FA) yang melakukan beberapa perbaikan sistem olahraga 11 vs 11 itu. Foto: MPI
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Pemuda Perindo Effendi Syahputra berharap PSSI dapat berkaca kepada Asosiasi Sepak Bola Inggris atau The Football Association (FA) yang melakukan beberapa perbaikan sistem olahraga 11 vs 11 itu. Dengan perubahan setelah tragedi Hillsborough, sepak bola Inggris mengalami kemajuan yang cukup signifikan hingga saat ini menjadi liga yang paling kompetitif di Eropa.

Pernyataan Effendi Syahputra itu disampaikan terkait tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan , Malang, Sabtu (1/10/2022). Dia pun menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang mengakibatkan 131 orang tewas berdasarkan data hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (4/9/2022).

"Kita ingin sepak bola Indonesia seperti Inggris setelah kejadian Hillsborough, mereka berkembangnya pesat menjadi industri sepak bola yang luar biasa," kata Effendi Syahputra kepada MNC Media, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Kritik PSSI, Perindo: Jangan Cuma Angkat Trofi Tapi Harus Ksatria Ketika Ada Masalah



Dia menuturkan, dengan adanya musibah ini PSSI dan pihak terkait dapat belajar untuk membenahi sistem liga di Indonesia. Adapun tragedi di Stadion Kanjuruhan itu terjadi setelah laga Arema vs Persebaya.

Pertandingan Derby Jawa Timur itu berakhir 2-3 untuk kemenangan tim tamu, Persebaya. Kericuhan pecah setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan tersebut.

Aremania atau pendukung Arema yang merasa kecewa dengan performa tim kebanggaan mereka lantas turun ke lapangan untuk meluapkan kekecewaan mereka. Dengan makin banyaknya suporter yang berada di lapangan, situasi pun makin tak terkendali, sehingga polisi menembakkan gas air mata.

Massa yang panik dengan situasi tersebut, berdesakan keluar dari stadion yang menyebabkan lebih dari 125 korban meninggal. Kejadian serupa juga pernah terjadi di Inggris yang dikenal dengan tragedi Hillsborough.

Tragedi yang terjadi pada 15 April 1989 itu menyebabkan 96 fans Liverpool tewas saat menyaksikan partai Final Piala FA yang mempertemukan Liverpool vs Nottingham Forest. Setelah tragedi itu, FA selaku federasi sepak bola di Inggris melakukan beberapa perbaikan dalam sistem sepak bola mereka.

Di antaranya yang paling menonjol adalah mengubah tribun yang awalnya berdiri menjadi duduk dan menghilangkan pagar pembatas tribun dan lapangan agar antisipasi ketika tribun lebih muatan lebih mudah.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2204 seconds (11.97#12.26)