Demokrat Dinilai Tidak Pede Bisa Usung Calon Internalnya ke Pilpres 2024

Senin, 26 September 2022 - 05:51 WIB
loading...
Demokrat Dinilai Tidak Pede Bisa Usung Calon Internalnya ke Pilpres 2024
Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai Partai Demokrat tidak cukup percaya diri alias pede untuk bisa mengusung calon internalnya ke Pilpres 2024. Foto: MPI
A A A
JAKARTA - Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro menilai Partai Demokrat tidak cukup percaya diri alias pede untuk bisa mengusung calon dari internalnya ke Pilpres 2024 . Pendapat Bawono Kumoro tersebut merespons nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang masuk radar calon presiden (capres) 2024 Partai Demokrat.

“Temuan survei dari sejumlah lembaga survei memang menunjukkan Ketua Umum Partai Demokrat AHY memiliki elektabilitas rendah, belum mencapai dua digit, sehingga akan sangat sulit bersaing apabila dimajukan sebagai calon presiden di pemilihan presiden mendatang,” kata Bawono Kumoro, Minggu (25/9/2022).

Sebelumnya, Ketua DPD Demokrat DKI Mujiyono menilai duet AHY dan Anies sangat cocok sebagai pasangan calon. Mujiyono menuturkan, nama Anies mencuat merupakan aspirasi masyarakat Jakarta. Selain itu hampir 70 persen dari total pengurus Demokrat DKI juga mendukung Anies.

Baca juga: Sebut Ada Dugaan Kecurangan Pemilu di 2024, Pengamat: SBY Blunder



Bawono berpendapat bahwa meski selalu masuk dalam tiga besar bakal capres dengan tingkat elektabilitas baik menurut sejumlah lembaga survei, tetapi bukan hal mudah bagi Anies Baswedan untuk bisa maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Dia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengharuskan pasangan calon diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen kursi DPR.

“Bakal calon presiden dengan tingkat elektabilitas dua digit seperti Ganjar Pranowo maupun Anies Baswedan tidak menjamin mereka dapat maju melenggang sebagai calon presiden. Hal paling penting saat ini adalah bagaimana memastikan memperoleh tiket pencalonan dukungan dari partai politik untuk tampil dalam pemilihan presiden 2024,” katanya.

Dia menuturkan bahwa Ganjar Pranowo bukan tokoh kunci pengambil keputusan di PDI Perjuangan. Dia melanjutkan, Anies Baswedan bukan merupakan kader partai politik mana pun, sehingga pekerjaan tidak mudah untuk menghimpun dukungan dari partai-partai politik agar dapat memenuhi ambang batas pencalonan presiden.

“Dalam konteks itu Prabowo Subianto dalam posisi lebih diuntungkan karena selain masuk dalam tiga besar bakal calon presiden dengan elektabilitas baik dalam survei berbagai lembaga juga memiliki dukungan politik Partai Gerinda. Koalisi Partai Gerindra dan PKB semakin memuluskan langkah Mantan Pangkostrad itu memperoleh tiket pencalonan dalam pemilihan presiden 2024,” pungkasnya.
(rca)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1252 seconds (10.101#12.26)