Wajar Jokowi Marah Atas Kinerja Menterinya

Kamis, 02 Juli 2020 - 20:35 WIB
loading...
Wajar Jokowi Marah Atas...
Dewan Penasehat Jenggala Center, Iskandar Mandji menilai, kemarahan Jokowi ini merupakan hal yang sangat wajar. Mengingat masih banyak kementrian yang belum bekerja maksimal. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah dan jengkel melihat kinerja menteri di kabinetnya. Jokowi belum melihat para menteri bekerja ekstra keras. Padahal, situasi sedang sulit, krisis akibat pandemi Covid-19 . Kemarahan itu dilakukan dalam rapat kabinet 18 Juni lalu.

Orang nomor satu di Indonesia ini bahkan sampai mengeluarkan ancaman bakal me- reshuffle menteri yang dianggap bekerja tak sesuai ekspektasi. Bukan cuma itu Jokowi rela kehilangan reputasi politik demi 267 rakyat Indonesia yang saat ini berada dalam kondisi sulit. (Baca juga: Jokowi Marahi Menteri, Amien Rais: Saya Terbit Kasihan, Terbit Ketawa Juga...)

Dewan Penasehat Jenggala Center, Iskandar Mandji menilai, kemarahan Jokowi ini merupakan hal yang sangat wajar. Mengingat masih banyak kementrian yang belum bekerja maksimal.

“Jenggala Center menilai wajar jika Presiden marah karena banyak kementerian bekerja biasa-biasa saja, tanpa sense of crisis, padahal Indonesia berada dalam situasi tidak normal,” kata Iskandar Mandji dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Iskandar berpendapat bahwa apa yang disampaikan Presiden ini sangat serius. Hal tersebut terlihat dari raut wajah dan gesture tubuh Presiden pada saat berpidato. Termasuk lontaran reshuffle bukan sesuatu yang tidak mungkin.

“Apa yang Presiden Jokowi sampaikan terkait akan me-reshuffle menteri yang tidak maksimal adalah langka yang tepat. Mengingat persoalan bangsa hari ini terutama dalam sektor ekonomi dan kesehatan membutuhkan kerja serius. Jika mereka lambat dan bertindak tidak tepat, Indonesia bakal digilas krisis,” ujarnya di hadapan para awak media. (Baca juga: Ditanya soal Jokowi Marah, Menkes Terawan Salah Tingkah)

Terkait perbaikan, Iskandar menjelaskan bahwa dalam menyusun kabinet tidak hanya mencari orang pintar. Dibutuhkan orang-orang yang memiliki jam terbang tinggi terhadap suatu persoalan, terutama yang berkaitan dengan birokrasi. Kriteria selanjutnya adalah profesional atau ahli di bidangnya. Terakhir adalah orang-orang yang memiliki leadership yang tinggi.

Namun, keputusan reshuffle mutlak kewenangan Presiden. "Itu biar jadi urusan Presiden. Akan menetapkan siapa dalam pergantian struktur menteri. Kita nggak usah ikut campur, termasuk partai politik agar bisa legawa dan tidak melakukan intervensi” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ibnu Munzir, domisioner pengurus Golkar yang juga mantan anggota DPR. Menurutnya, untuk memulihkan kondisi bangsa langkah tegas Presiden sangat dibutuhkan. Reshuffle dan peleburan beberapa kementrian terkait layak dilakukan.

Ada dua pesan mendasar yang menjadi evaluasi bersama. Pertama, lambatnya kerja sebagian anggota kabinet, terkait penanggulangan Covid-19. Terutama di sektor ekonomi yang mengakibatkan kondisi krisis di Indonesia. “Dan ini adalah ancaman bangsa jika tidak segera ditanggulangi,” jelasnya.

Kedua, terkait reshuffle. Menurutnya, ini tidak hanya berupa ancaman kepada menteri, melainkan langkah ini segera dilakukan mengingat keadaan yang membutuhkan kerja extra ordinary.

“Tentunya pergantian struktur baru memperhatikan kriteria pengganti, seperti memiliki kemampuan leadership yang baik, jam terbang, dan pengetahuan yang luas,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Jabat Kepala Bakom,...
Jabat Kepala Bakom, Qodari: Harus Agresif, Kalau Diserang Tidak Diam
Dari Aktivis ke Menteri,...
Dari Aktivis ke Menteri, Jumhur Hidayat Disebut Punya Daya Juang Tinggi
Reshuffle Kabinet Terbaru,...
Reshuffle Kabinet Terbaru, Murni karena Kinerja atau Politik?
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Jejak Pendidikan Jumhur...
Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Rekomendasi
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved