alexametrics

Pengamat Ini Resah Gara-gara Ucapan Potong Leher

loading...
Pengamat Ini Resah Gara-gara Ucapan Potong Leher
Ade Armando (Foto: Facebook).
A+ A-
JAKARTA - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Ade Armando memberikan klarifikasi menyangkut beredarnya berita yang menyebut dirinya bernazar, akan memotong leher jika Joko Widodo (Jokowi) kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Dosen UI ini memberikan klarifikasi tersebut melalui akun micro bloging Kompasiana miliknya, dengan judul Menjelaskan soal kata "Potong Leher Saya, kalau Jokowi Kalah".

Klarifikasi itu diposting Ade Armando pada Jumat, 20 Juni 2014 pukul 07.51 WIB. Dalam laman blognya, Ade mengakui sebagai pendukung Jokowi, mengaku tidak terlalu nyaman membuat tulisan ini.



Namun selama lebih dari sebulan ini sudah sangat banyak orang bertanya melalui beragam media sosial maupun pribadi. Ade mengaku sampai Kamis 19 Juni malam, masih ada saja yang mengirimkan komentar kepadanya yang menanyakan kepadanya apakah betul siap memotong leher.

"Beberapa hari yang lalu, seorang kawan bertanya, 'Betul mau potong leher kalau Jokowi kalah?" tulis Ade menggambarkan pertanyaan seorang kawan kepadanya.

Dia mengakui sudah memberikan jawaban atas pertanyaan itu kepada orang terdekat. Ade juga sempat memberikan jawaban pendek melalui media sosial ketika isu ini muncul begitu saja dalam percakapan. "Tapi nyatanya cara menjawab semacam itu tidak efektif," tulisnya.

Ade merasa terganggu dengan pertanyaan yang terkesan sensasional ini. Bahkan dia merasa ada sebagian orang yang berniat jahat dengan memanfaatkan berita tentang ucapan potong leher itu, untuk menerornya.

Dia menjelaskan, soal ucapan potong leher itu sebenarnya cerita lama. Saat itu dia menjadi pembicara di sebuah diskusi di Jakarta pada September 2013.

Diskusi itu membahas tentang tren pembicaraan politik di media sosial. Ketika itu suasana politik sudah mulai memanas. Partai Demokrat sudah mulai menggelar Konvensi Capres.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak