Din: Masalah Utama Pancasila Bukan Perumusan tapi Pengamalan

Selasa, 30 Juni 2020 - 13:21 WIB
loading...
Din: Masalah Utama Pancasila...
Ketua Komite Pengarah Koalisi Masyarakat Penegak Hukum (KMPK) Din Syamsuddin. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Komite Pengarah Koalisi Masyarakat Penegak Hukum (KMPK), M Din Syamsuddin mengungkapkan bahwa masalah utama bukan pada perumusan Pancasila tapi belum diamalkannya Pancasila secara baik saat ini.

"Masalah kita pada pengamalan Pancasila itu sendiri baik secara individu, secara kolektif dalam hidup berkelompok bermasyarakat berbangsa dan bernegara termasuk pengamalan Pancasila oleh negara," ujar Din dalam diskusi Kesepakatan MBPA-UKB 2018 : Pancasila sebagai Kristalisasi nilai-nilai agama, Tantangan Pengamalan, secara virtual Selasa (30/6/2020).

Din mengungkapkan, dengan pengamalan Pancasila oleh Inividu dan kelompok, diharapkan tidak perlu ada lagi tawaran-tawaran dasar negara lain, termasuk yang berpijak pada agama apapun istilahnya.

"Tidak perlu ada negara agama karena Pancasila itu sendiri sudah menghargai agama dan mengandung nilai-nilai agama, itulah pengamalan yang paling jelas," ungkapnya.

(Baca: Din Syamsuddin: Pancasila Sudah Final, Jangan Diutak-atik Lagi)

Mantan Ketua PP Muhammadiyah itu juga mengingatkan sesuai dengan kesepakatan para pemuka agama, jika ada kelompok yang ingin menggantikan Pancasila atau yang ingin mengubah Pancasila, maka perlu dialog yang persuasif termasuk lewat pendidikan dan lewat penjelasan.

"Ini saya kira catatan penting. Jadi bukan cara kekerasan dan itu juga disepakati oleh agama-agama lain," jelasnya.

Sedangkan untuk pengamalan Pancasila oleh negara bisa dilakukan dengan pembangunan nasional hingga pembentukan UU dan kebijakan Pemerintah yang harus mengandung nilai-nilai Pancasila dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Inilah masalah kita sekarang, apakah sistem politik yang kita terapkan sekarang demokrasi liberal sudahkah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila khususnya sila ke empat?, apakah sistem ekonomi kita sekarang yang masih membawa kesenjangan sosial ekonomi sudahkah sesuai dengan sila ke lima dari Pancasila? ini pertanyaan-pertanyaan yang patut untuk kita ajukan," katanya.

(Baca: Median Ungkap Mayoritas Publik Tak Setuju Trisila dan Ekasila dalam RUU HIP)

Maka dari itu, Din menyebut tantangan bangsa Indonesia masih berat karena pengamalan Pancasila itu belum menjadi kenyataan oleh individu, kelompok, organisasi, masyarakat, Bangsa dan yang paling penting juga oleh Negara ketika menyelenggarakan pembangunan ini agar jangan sampai bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

"Oleh karena itulah kewajiban pemeluk agama untuk mempertahankan Pancasila menjaganya sekuat-kuatnya dari berbagai upaya untuk memberikan tafsir lain apalagi yang bersifat reduksionis menyempitkan Pancasila," tuturnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
BPIP: Kembalikan Koperasi...
BPIP: Kembalikan Koperasi ke Khitah Ekonomi Pancasila
Bertemu JK, Din Syamsuddin...
Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Gandeng JK hingga Said...
Gandeng JK hingga Said Aqil, Din Syamsuddin Inisiasi Aliansi Global untuk Kemanusiaan
Dubes Iran Bertemu Din...
Dubes Iran Bertemu Din Syamsuddin dan Tokoh Islam, Gaungkan Kampanye Anti-Perang
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
BPIP Apresiasi Pemkab...
BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Buat Perda Pendidikan Pancasila
Rekomendasi
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved