alexametrics

Seri Webinar Guru Belajar, Sebuah Ruang untuk Diskusi dan Pembelajaran Guru

loading...
Seri Webinar Guru Belajar, Sebuah Ruang untuk Diskusi dan Pembelajaran Guru
Sejak Maret 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merancang siasat untuk menyelamatkan dunia pendidikan melalui berbagai kebijakan.
A+ A-
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menjadi pukulan berat bagi seluruh aspek dan aktivitas kehidupan masyarakat. Tak kerkecuali dunia pendidikan. Sejak Maret 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merancang siasat untuk menyelamatkan dunia pendidikan melalui berbagai kebijakan. Inti dari semua kebijakan tersebut adalah bagaimana tetap melangsungkan proses pembelajaran di tengah pandemi demi masa depan anak-anak dan bangsa.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud Iwan Syahril memaparkan, sejak Maret, Kementerian yang dipimpin Menteri Nabiel Anwar Makarim, telah mengeluarkan tiga Surat Edaran, “Tentang pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan, kemudian tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan di masa darurat pandemi, dan Permendikbud Nomor 19/2020 dan Permendikbud Nomor 20/2020. Keduanya merupakan revisi dari Permendikbud sebelumnya,” kata Dirjen GTK Iwan Syahril dalam peluncuran Seri Webinar Guru Belajar secara telekonference, Senin (29/6/2020).

Menurut Dirjen Iwan, prinsip dari seluruh kebijakan pendidikan di masa pandemi adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat. Demikian juga rancangan inovasi ke depan dalam menetapkan kebijakan pembelajaran harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan.



“Baru pertama terjadi dalam sejarah generasi kita pandemi yang sangat besar dampaknya. Saat ini di seluruh dunia ada 4 miliar murid harus belajar dari rumah. Sistem pendidikan terpaksa tutup. Ini menjadi situasi yang sangat sulit, membuat kita sering merasa tak berdaya. Merespons situasi inilah kita meluncuran Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi,” tambah Iwan.

Melalui Seri Webinar Guru Belajar, kata Mas Dirjen—demikian Iwan Syahril akrab disapa, adalah untuk menghimpun seluruh energi positif guru-guru dan siapa pun yang peduli terhadap dunia pendidikan untuk saling berbagi informasi dan inspirasi bagaimana menghadapi tantangan sehingga kita semua merasa berdaya dan memberdayakan yang lain.

“Ada 3 kata kunci menghadapi tantangan ini, yaitu berbagi, belajar, dan gotong royong. Melalui Seri Webinar Guru Belajar ini semua pemangku kepentingan bergotong royong saling berbagi ide dan inspirasi, saling bantu untuk menyelesaikan masalah pembelajaran saat ini,” kata Mas Dirjen.Menurut Mas Dirjen, Seri Webinar Guru Belajar sejalan dengan semangat dari gagasan Merdeka Belajar yang digaungkan Menteri Nabil Anwar Makarim. Merdeka belajar adalah fokus kepada murid sebagai yang paling utama.

Bagaimana meningkatkan layanan terbaik kepada murid, bagaimana memberikan mereka pendidikan secara holistik.Seri Webinar Guru Belajar diharapkan memberi ruang bagi diskusi dan mewarnai pembelajaran para guru pada masa pendemi. Seri Webinar akan digelar selama sebulan dengan menghadirkan narasumber berkompeten dari para guru dan pemangku kepentingan lainnya.

Pada peluncuran Seri Webinar Guru Belajar selain menghadirkan Dirjen GTK Iwan Syaril sebagai pembicara kunci, hadir Nunuk Suryani, Sekretaris Direkorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen GTK); Praptono, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus; Abdoellah, Pelaksana tugas Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini; Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, dan; Santi Ambarrukmi, Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidikan.

Peluncuran seri webinar diikuti 61.742 pendaftar, namun kapasitas dibatasi menjadi 5000 peserta. Sisanya mengikuti melalui siara langsung di kanal Youtube Ditjen GTK Kemdikbud RI, Senin, 29 Juni 2020 pukul 08.00-10.00 WIB.
(ars)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak