alexametrics

Magna Charta untuk internet

loading...
Tim Berners Lee, Linus Torvald, Mark Weizer, Dennis Ritchie, Vinton Cerf, Richard Stallman, dan Isidro Aguillo adalah contoh ilmuwan yang sangat berpengaruh pada perkembangan dunia komputer, internet, dan komunikasi, namun belum atau bahkan tidak mendapat tempat layak di panggung dunia. Mereka memilih terus bekerja, memberikan sumbangan bagi pengembangan teknologi, dan mengampanyekan sumber informasi terbuka.

Namun, mereka penuh dengan kekhawatiran pada perkembangan internet yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Internet kini ternyata tidak saja harus dijaga dari para penjahat dunia maya, namun juga terhadap penyadapan dari institusi pemerintah. Di harian Guardian, 12 Maret 2014, penemu World Wide Web, Tim Berners Lee (peneliti di CERN Swis 25 tahun lalu) mengusulkan perlunya kesepakatan seperti Magna Carta untuk internet seperti yang pernah dibuat pada 1215 di Inggris untuk membatasi hak Raja Inggris.

Internet perlu dijaga dan dicerahkan dengan konstitusi agar hak-hak pengguna di seluruh dunia kelak terlindungi. Anak-anak harus diproteksi dari hal perusak yang tersebar di dunia maya. Masa depan suram internet harus diantisipasi. Diperlukan aturan baru untuk melindungi sistem agar ”terbuka dan netral”, sehubungan dengan peningkatan serangan yang berasal dari instansi pemerintah dan perusahaan.

Tim Berners Lee, yang banyak diusulkan untuk menerima hadiah Nobel di bidang teknologi informasi (yang belum pernah ada), mengusulkan perlunya konstitusi global untuk internet, 25 tahun setelah ia membuat proposal WWW. Dengan Magna Carta yang diusulkan dibuat di tiap negara, akan ada harapan terbentuk pemerintahan terbuka, demokrasi yang baik, layanan kesehatan yang baik, komunitas yang terhubung, dan keragaman budaya. Layanan keamanan harus diupayakan dengan kerja keras bersama, seiring terbuka kasus penyadapan, kebocoran informasi, dan tidakdigunakannya inskripsi dan tools keamanan untuk memastikan keamanan dunia cyber.

Teknologi informasi dan jaringan informasi memengaruhi setiap aspek kehidupan. Proteksi aset digital dan aktivitas di ruang syber untuk kehidupan individual dan kesejahteraan masyarakat menjadi sangat penting. Risiko setiap hal harus dievaluasi dan teknologi pengamanan dunia syber harus terus ditingkatkan. Saat ini saling ketergantungan antara individu, organisasi, dan negara menjadi ciri model bisnis baru.

Kesuksesan individu, organisasi, dan negara membutuhkan kemampuan mengantisipasi dan mendeteksi serangan, mengerti dan memprediksi risiko, serta merespons dan memperbaiki keadaan. Pada masa depan diperlukan pengaturan, regulasi, kerja sama, keterampilan, dan perangkat (tools). Kesadaran untuk berbagi ilmu pengetahuan dengan dokumen yang terbuka secara online kini muncul di seluruh dunia.

Penghargaan pada siapa yang lebih dulu berbagi di internet dan penilaian para ilmuwan berbasis jumlah situasi terhadap tulisan yang dibuatnya adalah dasar baru bagi kemunculan sinar peradaban baru. Internet juga memberi kesempatan pada bangsa Indonesia sebagai warga dunia untuk muncul menjadikan Nusantara menjadi pusat peradaban seperti Sriwijaya dan Majapahit dulu. Dengan internet, kita memiliki kesempatan menjadi pusat tataran kekinian dengan kemunculan abad Asia.

Kesadaran tentang hak, kewajiban, moral, dan etika menitikberatkan pada nilai luhur dan karakter bangsa yang produktif. Sifat pekerja keras tak kenal lelah perlu memanfaatkan teknologi dengan bijaksana demi hidup masa kini dan generasi masa depan.
halaman ke-2 dari 3
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak