alexa snippet

KPU waspadai kongkalikong oknum penyelenggara & caleg

KPU waspadai kongkalikong oknum penyelenggara & caleg
Ilustrasi
A+ A-
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar meminta masyarakat mewaspadai kerja sama di bawah tangan antara calon anggota legislatif (caleg) dengan oknum Kelompok Petugas Pemungutan Suara  (KPPS) dan PPS di lapangan.

Kemungkinan tersebut diakui KPU ada dan rawan menimbulkan konflik horizontal saat penghitungan suara.

"Ini rawan menimbulkan konflik antar pendukung calon. Karenanya patut diwaspadai," ujar Ketua Divisi Tehnis dan Pencalegan KPU Kabupaten Blitar Jamali kepada wartawan, Senin (17/3/2014).

Informasi yang dihimpun, selain membangun jaringan seluas-luasnya dengan kelompok masyarakat, sejumlah caleg juga membangun "komitmen" kemenangan dengan oknum penyelenggara (KPPS dan PPS).

Komitmen kecurangan tersebut yang memunculkan istilah suara  "bergeser kamar". Yakni adanya caleg yang mendadak mendapat tambahan suara yang sebenarnya perolehan dari caleg lainya.

Modus kejahatan pemilu tersebut biasanya terjadi saat proses rekapitulasi dari PPS (Desa) menuju PPK (kecamatan).

Tidak heran, dari pengalaman pemilu sebelumnya, hasil perolehan suara seorang caleg yang sebelumnya kecil di PPS, bisa berubah banyak di tingkat PPK.

Seorang caleg yang harusnya tidak mendapatkan satu kursi di parlemen, bisa mendapatkan kursi. Begitu juga sebaliknya.

Informasi yang didapat Sindo, yang bisa melakukan kerja curang  tersebut hanyalah oknum petugas penyelenggara.

Jamali berharap pemilu yang berlangsung 9 April mendatang bisa berjalan sesuai koridor aturan yang berlaku.

Karenanya, selain melakukan pengawasan, KPU juga meminta para petugas penyelenggara di lapangan untuk melakukan kinerjanya dengan baik dan benar.

"Kita tidak ingin pemilu di Kabupaten Blitar terjadi huru hara akibat adanya kecurangan, "jelasnya.

Seperti diketahui, petugas KPPS hanya memiliki waktu 1 x 24 jam  menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara dari TPS.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top