alexametrics

Pesantren Sebaiknya Dilibatkan Didik Siswa di Pedesaan Selama Corona

loading...
Pesantren Sebaiknya Dilibatkan Didik Siswa di Pedesaan Selama Corona
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memberikan sambutan dalam acara Haul ke-27 KH Muhammad Almaghfur, pendiri Ponpes Raudhatul Mutaallimin di Kampung Cijambe, Cibeber, Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/6/2020). Foto/SINDOnews/Abdul Malik Mubarok
A+ A-
CIANJUR - Pondok pesantren di desa-desa terpencil semestinya dilibatkan untuk memberikan pendidikan tambahan kepada anak-anak sekolah. Penerapan belajar jarak jauh selama pandemi virus Corona (Covid-19) dinilai tidak berjalan maksimal, terutama bagi siswa yang berada di pelosok daerah.

(Baca juga: Tiga Tempat Ini Berpotensi Menjadi Titik Sebaran Baru Covid-19)

Hal ini disampaikan Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid usai menghadiri Haul ke-27 KH Muhammad Almaghfur, pendiri Ponpes Raudhatul Muta'allimin di Kampung Cijambe, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Sabtu (27/6/2020). Menurutnya, para siswa jangan dibiarkan menganggur di rumah atas nama Corona.



"Jadikan pesantren atau desa basis untuk memberikan pendidikan siswa sekitar yang sekarang libur," kata Gus Jazil, sapaan akrab politikus PKB ini. (Baca juga: Cerita Salat Jumat di Berbagai Negara Saat Pandemi Covid-19)

Pemerintah daerah, kata Gus Jazil, bisa menggandeng pesantren atau komunitas untuk menggelar pendidikan di balai desa. Pemerintah bisa mengundang para kiai untuk memberikan ilmu kepada para siswa yang libur selama pandemi Covid-19.

"Apa pendidikannya, terserah, asal anak itu bisa diisi otaknya. Di rumah ternyata tidak belajar, malah merepotkan orang tua," katanya.

Hal ini penting, sebab sistem belajar jarak jauh selama pandemi Covid-19 sulit diterapkan di desa-desa terpencil. Guru dan siswa belum tentu memiliki gawai yang mendukung program belajar jarak jauh. Belum lagi ketersediaan layanan internet yang menjadi syarat utama berjalannya program belajar dari rumah.

Pandemi Corona yang telah berlangsung sekitar tiga bulan telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan manusia. Meski begitu Gus Jazil mengajak kepada seluruh masyarakat, tetap sehat dan tersenyum, agar penderitaan akibat Corona tidak bertambah semakin memberatkan.

"Bagi yang bertani, bertanilah dengan penuh semangat, jangan sampai stres akibat Corona. Percayalah, kalau petani kita makmur, makmur juga bangsa Indonesia," kata Gus Jazil.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak