Pengusaha Beras Sesalkan Ada Oknum di Bantuan Sosial Sembako

Sabtu, 20 Juni 2020 - 07:04 WIB
loading...
Pengusaha Beras Sesalkan...
Program Kementerian Sosial yang mulai dibagikan April lalu itu dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat berupa paket sembako untuk keluarga yang terdampak virus Covid-19 di wilayah Jabodetabek menyisakan persoalan. Program Kementerian Sosial yang mulai dibagikan April lalu itu dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta, Billy Haryanto menyesalkan ada oknum yang memanfaatkan program bansos sembako ini."Dia membeli beras dari pengusaha beras tapi hingga kini belum dibayar. Alasannya macam-macam, sampai bilang belum dibayar pemerintah," kata Billy, Jumat (19/6/2020).

Padahal, kata dia, jika oknum itu belum bayar, pengusaha beras kelimpungan lantaran tidak kesulitan membeli beras dari petani. Siapa oknum itu? Billy enggan menyebutkannya. "Yang jelas saya tahu namanya, gelarnya profesor. Kalau enggak beres, saya gigit. Saya akan lapor polisi," kata Billy. (Baca juga: Bulog Telah Salurkan 3,3 Juta Paket Sembako Bantuan Pemerintah )

Sebetulnya, kata dia, pengusaha beras sangat bersyukur dengan program bansos sembako karena membantu pengusaha di tengah gonjang-ganjing ekonomi karena efek corona. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan manfaat dari program itu. "Program itu menyerap stok beras anggota Perpadi," kata dia.

Menurut Billy, kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan bansos sembako di tengah pandemi corona sudah tepat. "Masyarakat butuhnya kebutuhan pokok agar bisa makan," kata dia. Karenanya, ia dan pengusaha beras mendukung program itu agar sukses. "Rupanya ada oknum yang bikin masalah. Saya akan bawa persoalan ini ke hukum jika tidak asa itikad baik," kata pengusaha beras yang hobi badminton itu.

Pendapat senada disampaikan Hidayat, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). Menurutnya, banyak pedagang beras mulai mengandalkan penjualan bansos untuk menjaga omzet mereka.

Selain pemerintah pusat, pedagang PIBC juga bermitra dengan PD Pasar Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan beras bansos ini.

Sejumlah perusahaan, jelas Hidayat, datang ke PIBC dan menawarkan untuk memasok bansos kepada para pedagang. Hanya, Hidayat menjelaskan, pedagang harus berhati-hati karena kini ramai penipuan oknum yang datang menawarkan kerja sama beras bansos tapi dengan nama pribadi, bukan instansi. Alhasil, pedagang berisiko mengalami kerugian seperti penundaan pembayaran.

Risiko ini jelas dikhawatirkan oleh pedagang karena para pedagang tak harus memutar kembali uang hasil penjualan beras bansos. "Kami harus pintar-pintar mencari mitra agar beras bansos ini bisa terjual," katanya.

Program bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek mulai disalurkan pada April lalu. Program pemerintah itu menyasar lebih dari 5 juta warga jabodetabek yang terdampak covid. Program berjalan selama 3 bulan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
Imigrasi Tangkap 16...
Imigrasi Tangkap 16 WNA di Sukabumi Diduga Lakukan Love Scamming
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Mensos Pecat 4 Pendamping...
Mensos Pecat 4 Pendamping PKH yang Selewengkan Bansos
Beredar Kabar Bansos...
Beredar Kabar Bansos Dipotong, Mensos: Itu Hoaks dan Menyesatkan
11.014 Orang Dicoret...
11.014 Orang Dicoret dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Awkarin hingga Sara Gibson
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
Rekomendasi
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Berita Terkini
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved