Pastikan Sesuai Target, KSP Tinjau Pembangunan Kawasan Inti IKN

Jum'at, 25 Maret 2022 - 03:24 WIB
loading...
Pastikan Sesuai Target, KSP Tinjau Pembangunan Kawasan Inti IKN
KSP mengawal langsung dan memastikan pembangunan tahap awal KIPP di IKN selesai sesuai target. Foto: MPI/Istimewa
A A A
JAKARTA - Kantor Staf Presiden ( KSP ) mengawal langsung dan memastikan pembangunan tahap awal Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara selesai sesuai target. Adapun target yang dipasang untuk penyelesaian adalah Tahun 2024.

Dalam kunjungannya ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Deputi I KSP Febry Calvin Tetelepta memantau proses pembangunan Zona 1A dan Zona 1B KIPP yang akan dimulai dari titik nol IKN.Pembangunan KIPP IKN direncanakan terbagi menjadi empat zona, yaitu Zona 1A, Zona 1B, Zona 2, dan Zona 3. Baca juga: Mengurai Bias Pembangunan dalam Pemindahan IKN

"Kita pastikan target terpenuhi dan semua kepentingan masyarakat diakomodasi dalam setiap tahap pembangunan infrastruktur. Oleh karenanya kita akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengawal pembangunan tahap awal KIPP IKN selesai 2024," ujar Febry, Kamis 24 Maret 2022.

KIPP IKN sendiri akan dibangun di atas 6.000 hektar lahan. Saat ini, kata Febry proses pembangunan masih berfokus pada akses jalan dan pengadaan lahan.



"Percepatan sudah dimulai dengan pemasangan alat ukur titik geodesi di titik nol IKN. Titik ini adalah patokan dari keseluruhan koordinat pembangunan infrastruktur IKN," katanya.

Sementara itu, KSP sebagai lembaga yang mengawal proyek strategis nasional Presiden dan Wakil Presiden, telah terlibat intensif dalam rapat-rapat koordinasi IKN dengan K/L terkait sejak bulan Februari. Termasuk dalam perancangan peraturan turunan UU IKN.

Selain mengawal tahapan pembangunan KIPP, KSP juga akan turut memastikan pembangunan sistem jalan akses, penyediaan air baku, pengendalian banjir dan drainase, hingga pemukiman di Kawasan IKN. Baca juga: Pengesahan RUU IKN Diwarnai dengan Interupsi
(mhd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3572 seconds (11.97#12.26)