Perang Rusia Versus Ukraina, Ini Skenario Solusi yang Diusulkan Partai Perindo untuk Dunia Internasional
Jum'at, 25 Februari 2022 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi efek dominonya yang paling penting adalah harga pangan impor naik diikuti kenaikan barang lokal, biaya logistik melonjak, harga BBM menanti subsidi yang lebih besar, dan lonjakan harga minyak tak dapat dihindari," tegas Susaningtyas yang juga sebagai Pakar Pertahanan dan Militer ini.
Selain antisipasi di dalam negeri, Indonesia juga harus waspada atas kemungkinan negara tertentu mengambil kesempatan ketika dunia internasional sibuk menghadapi Rusia. Gelar operasi militer di Laut Natuna Utara harus tetap dilaksanakan.
Baca juga: Rusia Bombardir 33 Situs Sipil Ukraina dalam 24 Jam, 2 Anak Tewas
"Jangan sampai terjadi serangan mendadak yang dapat merugikan pertahanan Indonesia. Hal yang penting, pemerintah kita harus segera mengevakuasi WNI di Ukraina," kata Susaningtyas.
Dia menyebutkan perang antara Rusia versus Ukraina akhirnya meletus seperti banyak diperkirakan oleh para pakar dan pengamat. Konflik menahun sejak wilayah Ukraina di Krimea diduduki Rusia pada tahun 2014 berujung serbuan Rusia di bagian Timur Ukraina.
"NATO dipimpin Amerika Serikat ternyata gagal melaksanakan diplomasi pertahanan untuk mencegah perang. Kepentingan NATO juga belum tentu dibuktikan untuk membela Ukraina sebagai salah satu anggotanya," ujarnya.
Selain antisipasi di dalam negeri, Indonesia juga harus waspada atas kemungkinan negara tertentu mengambil kesempatan ketika dunia internasional sibuk menghadapi Rusia. Gelar operasi militer di Laut Natuna Utara harus tetap dilaksanakan.
Baca juga: Rusia Bombardir 33 Situs Sipil Ukraina dalam 24 Jam, 2 Anak Tewas
"Jangan sampai terjadi serangan mendadak yang dapat merugikan pertahanan Indonesia. Hal yang penting, pemerintah kita harus segera mengevakuasi WNI di Ukraina," kata Susaningtyas.
Dia menyebutkan perang antara Rusia versus Ukraina akhirnya meletus seperti banyak diperkirakan oleh para pakar dan pengamat. Konflik menahun sejak wilayah Ukraina di Krimea diduduki Rusia pada tahun 2014 berujung serbuan Rusia di bagian Timur Ukraina.
"NATO dipimpin Amerika Serikat ternyata gagal melaksanakan diplomasi pertahanan untuk mencegah perang. Kepentingan NATO juga belum tentu dibuktikan untuk membela Ukraina sebagai salah satu anggotanya," ujarnya.
Lihat Juga :