alexametrics

Parpol mana yang akan melirik Rhoma?

loading...
Parpol mana yang akan melirik Rhoma?
Rhoma Irama (Ist)
A+ A-
Sindonews.com - Meski pencalonan Rhoma Irama dalam bursa calon presiden (capres) 2014 masih dalam wacana. Namun, wacana tersebut terus mengundang reaksi dari berbagai kalangan.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, Rhoma tidak bisa asal dalam mewacanakan pencalonan dirinya. Menurutnya, Raja dangdut itu harus memperhitungkan peluang partai politik (parpol) mana yang akan mencalonkan dirinya.

"Parpol mana yang akan melirik dia. Karena saat ini partai sekarang sudah tertutup, artinya seperti PDIP sekitar capresnya Megawati, Demokrat masih orangnya SBY, Golkar apalagi, sudah mendeklarasikan Aburizal Bakrie, Gerindra dengan Prabowonya," kata Iberamsjah, saat dihubungi Sindonews, Minggu (18/11/2012) malam.



Lebih lanjut Iberamsjah mengatakan, untuk PAN kemungkinan akan mengusung Hatta Rajasa menjadi capres. Sedangkan PPP, ada Menteri Agama Suryadharma Ali.

"Sementara untuk PKB dan beberapa partai lainnya seperti Hanura, itu merupakan partai-partai kecil. Suaranya belum tentu cukup untuk mengusung calon. Dia (Rhoma) mau masuk pintu yang mana? kendaraan dia untuk nyapres itu enggak ada. Langkah hitung-hitungannya enggak ada," tandasnya.

Rhoma dikabarkan maju dalam perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sebagai calon Presiden dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Rencana ini terungkap, setelah puluhan fans penggemar Rhoma melakukan aksi dukungan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Juanda, Surabaya, pada 1 November 2012 lalu.

Puluhan penggemar Rhoma Irama yang menamakan diri Soneta Fans Club Indonesia ini membentangkan spanduk dukungan dan sejumlah poster dukungan Rhoma menjadi calon Presiden (capres) 2014, saat menyambut kedatangannya di Bandara Juanda, Surabaya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak