Komunikasi Adalah Kunci Kurangi Stunting

Jum'at, 17 Desember 2021 - 11:09 WIB
loading...
Komunikasi Adalah Kunci...
Foto: Doc. Okezone
A A A
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting ini ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Ini seperti dikutip dari PERPRES nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, ditetapkan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yaitu pertama menurunkan prevalensi Stunting, kedua meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, ketiga menjamin pemenuhan asupan gizi, keempat memperbaiki pola asuh, kelima meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan dan keenam meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Isu stunting sangat dekat dengan masa depan keluarga dan harus dapat disampaikan dengan cara yang lebih tepat, lebih menyentuh dan lebih memahami sudut pandang khalayak. Dengan demikian mereka menyadari bahwa mereka adalah Keluarga Berisiko Stunting.

Bila hal ini dapat dilaksanakan maka khalayak akan menemukan relevansi pentingnya pencegahan stunting untuk menjaga dan merencanakan keluarga, masa depan anak dan cucu kita sekarang dan masa depan. Demi mewujudkan pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas menuju Indonesia Generasi Emas 2045, SDM unggul Indonesia Maju.

Fortifikasi pangan, upaya cegah stunting dapat dimanfaatkan sebagai sarana Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi kepada stakeholder dan masyarakat dalam rangka percepatan penurunan stunting Indonesia 27,6 persen 2019 target 14 persen pada 2024.

Masalah Komunikasi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 disebutkan perlunya upaya meningkatkan SDM (sumber daya manusia) berkualitas dan berdaya saing melalui percepatan penurunan stunting.

Selain itu, diperlukan penguatan ketahanan ekonomi melalui peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan melalui fortifikasi dan biofortifikasi pangan. Fortifikasi pangan sebagai salah satu upaya pemenuhan gizi sensitif masyarakat merupakan intervensi yang terbukti cost-effective.

Hal itu dikarenakan fortifikasi dilakukan melalui bahan pangan terutama beras sehat dengan beberapa mikronutrien seperti Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Asam Folat, Vitamin B12, Zat Besi yang dikonsumsi masyarakat secara luas terutama keluarga tidak mampu dengan biaya yang relatif lebih rendah.

Kebanyakan keluarga baik yang merencanakan akan punya anak, sedang hamil, sedang menyusui atau memiliki balita, menganggap tidak akan memiliki masalah dan risiko terhadap stunting.

Stunting memang mencakup masalah klinis, gizi, sanitasi, namun hal-hal tersebut juga menjadi masalah komunikasi. Pendekatan lintas disiplin sangat diperlukan dalam penanganan stunting. Pendekatan komunikasi dapat mendekatkan relevansi stunting karena berperspektif audience-oriented. Jadi masalah utama komunikasinya adalah belum adanya kesadaran Keluarga Berisiko Stunting karena belum adanya relevansi yang berangkat dari perspektif audience- oriented.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Gerakan Dapur Indonesia...
Gerakan Dapur Indonesia Gelar Konsolidasi Perkuat Program MBG dan Atasi Stunting
Program MBG Dinilai...
Program MBG Dinilai Bantu Atasi Stunting dan Gerakkan Ekonomi Daerah
Sesmendukbangga Dorong...
Sesmendukbangga Dorong Daerah Serius Memanfaatkan Bonus Demografi
Prabowo: MBG Jawaban...
Prabowo: MBG Jawaban Negara Atas Masalah Gizi Anak Indonesia
GENTING Collaboration...
GENTING Collaboration Summit 2025 Teguhkan Sinergi Pentahelix untuk Arah Kebijakan 2026
Anggota DPRD Jember...
Anggota DPRD Jember Main Game dan Merokok di Ruang BerAC Saat RDP Tekan Stunting
NHM Peduli Jalankan...
NHM Peduli Jalankan Program 60 Hari Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
CSR Berkelanjutan Lippo...
CSR Berkelanjutan Lippo Cikarang Cosmopolis, Tanggap Bencana-Penurunan Stunting
Rekomendasi
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved