Napak Tilas Soekarno ke Ende, BPIP Akui Ende sebagai Rahimnya Indonesia

Senin, 13 Desember 2021 - 15:01 WIB
loading...
Napak Tilas Soekarno ke Ende, BPIP Akui Ende sebagai Rahimnya Indonesia
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di Kabupaten Ende, Jumat, (10/12/2021).
A A A
ENDE - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) tepatnya di Kabupaten Ende, Jum'at, (10/12/2021).

Selain disebut sebagai Kota Pancasila, Ende juga disebut sebagai rahimnya Indonesia, lantaran Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia yang dirumuskan oleh Bung Karno saat diasingkan.

Dalam kunjungan kerjanya BPIP melakukan Napak Tilas Bung Karno di Ende dipimpin langsung Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi. Pada kesempatan tersebut ia menceritakan sejarah penjajahan sejak ratusan tahun akibat tidak memiliki teknologi militer sehingga Indonesia mengalami kemiskinan, terbodohkan, tersakitkan.

"Tetapi kita berhasil proklamasi di tengah Perang Dunia ke-2, dengan teknologi militer dan dapat mempersatukan semua elemen bangsa tanpa berdarah yang salah satu tonggaknya Kota Ende," ujarnya, sebagaimana dilansir web resmi BPIP.

Dalam kunjungan tersebut rombongan BPIP mengunjungi pelabuhan Ende yang merupakan tempat tiba Bung Karno dengan Bu Inggit, Bu Amsi sama anak angkatnya Ratna Djuami karena Ende merasa sudah ujung dunia.

Dari saana BPIP lalu mengunjungi tempat lapor diri di tempat militer Belanda yang bangunannya masih utuh dan asli. Tidak hanya itu rombongan BPIP mengunjungi Rumah Pengasingan 1934-1938. Dalam kesempatan tersebut Kepala BPIP juga sempat salat hajat di tempat salat yang biasa digunakan Bung Karno saat diasingkan.

Selain rumah pengasingan BPIP juga mengunjungi tempat teater milik Group Bung Karno, biara dan ziarah ke makam Almarhum Ibu Amsi. "BPIP sebagai badan negara ditugaskan untuk menjaga Pancasila. Di Ende ini menjadi berpikir bagaimana membangun negara Indonesia dengan pondasi Pancasila yang kuat,",tuturnya.

Dalam napak tilas satu hari itu BPIP kemudian melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh akademisi, media, dan dunia usaha di Taman Pancasila tepatnya di bawah pohon sukun dan mengunjungi Pondok Pesantren Wali Songo.

Pemecah rekor sebagai dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang menembus Harvard Law School di Amerika Serikat itu juga sempat memberikan pidato di masjid Ar Rabithah saat shalat Jum'at. "Khilafah bukan perintah agama. Maka jangan sampai melawan negara, karena pilihan Bung Karno sangat tepat yaitu Pancasila," kata Yudian.

Bupati Kabupaten Ende Djafar H. Achmad mengapresiasi BPIP yang sudah melakukan kunjungan kerja ke Ende sebagai Kota Pancasila dan menyebut rahimnya Indonesia. Ia berharap kepada BPIP untuk memperhatikan serius Kabupaten Ende. Bahkan ia mendorong presiden untuk datang ke Ende dalam momentum lahir Pancasila. "Saya berharap Presiden datang ke Ende terutama hadir dalam momentum hari lahir Pancasila", ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1248 seconds (10.101#12.26)