Energi Pemuda Sangat Besar Cegah Radikalisme dan Terorisme

Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:52 WIB
loading...
Energi Pemuda Sangat...
Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt Jimmy Sormin mengatakan, energi pemuda harus diarahkan untuk cegah radikalisme dan terorisme. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Sumpah Pemuda sejatinya lahir dari inovasi para putra dan putri Indonesia kala itu untuk membangkitkan semangat nasionalisme dalam jiwa para pemuda. Hal ini sebagai bentuk perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dan kebersamaan pemuda untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

Peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada 28 Oktober 1928 membuktikan bahwa Indonesia merupakan bangsa dengan pemuda yang berkarakter, tangguh, inovatif dan memiliki semangat nasionalisme yang tinggi untuk mewujudkan banyak hal.

Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt Jimmy Sormin mengungkapkan, potensi energi positif para pemuda Indonesia sangat besar. Karena itu potensi energi tersebut perlu diarahkan yang positif guna mencegah hal-hal yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Lemhannas: Generasi Muda Harus Menang dalam Persaingan Antarbangsa

"Energi para pemuda itu sangat besar untuk mewujudkan banyak hal. Diharapkan para pemuda ini mengarahkan energi besarnya itu untuk mencegah hal-hal yang mengancam kehidupan bersama," kata Jimmy di Jakarta, Selasa (25/10/2021).

Ia melanjutkan, Indonesia sebagai rumah milik seluruh rakyat Indonesia harus dirawat bersama segenap lapisan. Khususnya para pemuda sebagai pemegang estafet kemerdekaan dan penerus perjuangan bangsa dari ancaman ideologi transnasional, radikalisme serta terorisme.

Menurutnya, ideologi yang bertentangan tersebut bertujuan mengubah bentuk dan dasar negara. Terlebih berdasarkan data yang ada, Indonesia menghadapi bonus demografi 70% angkatan muda di 2030 mendatang, sehingga hal ini bisa menjadi kekuatan besar, namun di sisi lain juga sebagai ancaman.

"Ketika pemuda ini terpapar radikalisme, tentunya mereka tidak peduli dengan keadaan bangsa, tidak peduli dengan persatuan, kesatuan, dan perdamaian. Ini tentunya bisa merusak tatanan bangsa yang memiliki harapan untuk bersatu, maju, adil, sejahtera, sehingga pemuda mempengaruhi kehidupan berbangsa kedepannya," katanya.

Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, DPR: Regenerasi Kepemimpinan Sangat Penting

Ia menilai, nilai-nilai yang tertuang pada Sumpah Pemuda ini akan tetap relevan, sejalan dengan perkembangan zaman. Di samping itu, gesekan dan dinamika yang terjadi di masyarakat akibat mulai masuknya ideologi transanasional yang ingin mengganti bentuk dan ideologi negara, semakin menguatkan relevansi Sumpah Pemuda sebagai pengingat bagi masyarakat tentang komitmen sebagai anak bangsa.

"Justru Sumpah Pemuda harus terus menjadi pengingat bagi kita tentang ikrar atau komitmen yang sangat mengikat sebagai anak bangsa. Jangan bikin lagi simbol lain atau sejenis lainnya selain yang ada di Indonesia saat ini. Misalnya bendera, ya kita pakai bendera Merah Putih, jangan ada bendera lain," ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada para pemuda untuk terus mengawal dan merawat bangsa ini selama-lamanya selagi hayat masih di kandung badan. Walaupun gesekan dan dinamika menjadi hal yang lumrah terjadi. Namun hal tersebut juga tidak boleh dibiarkan begitu saja. Apalagi tindakan itu dibarengi dengan praktik-praktik yang merusak kehidupan bersama dan melanggar hukum.

"Jadi kalau ada yang seperti itu bisa saja memang ada kelompok yang memainkan dalam rangka kepentingan tertentu yang membuat kekisruhan untuk mencapai agendanya untuk melakukan hal-hal yang bersifat gesekan. Nah itu akan membahayakan dan bisa disebut musuh negara," katanya.

Dalam kesempatannya, Jimmy juga menyinggung terkait peran pemerintah serta tokoh masyarakat yang kian hari mulai menunjukkan perkembangan kearah yang lebih baik ditunjukkan dengan mulai gencarnya program moderasi beragama. Namun Jimmy masih menyayangkan kurang tegasnya peran pemimpin daerah dalam mengatasi konflik serta diskriminasi suku dan agama yang kerap terjadi di daerah.

Jimmy juga menegaskan pentingnya peran dari ormas atau tokoh masyarakat untuk ikut terjun mengawal cita-cita untuk membangun bangsa ini menjadi bangsa yang maju, majemuk, dan menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ia menuturkan, PGI dalam perannya di masyarakat telah melakukan banyak program mulai dari edukasi tentang keberagaman baik dalam kalangan kekristenan maupun lintas iman. Serta program terkait isu kemanusiaan, isu persatuan, lingkungan hidup hingga literasi yang bekerja sama sebagai mitra kritis pemerintah serta lembaga lintas iman dan lintas budaya.

"Komitmen kebangsaan itu sudah ada dalam kelembagaan ini sejak awal didirikan, PGI merupakan bagian dari Nusantara yang ikut bertanggung jawab untuk hidup sebagai warga negara, hidup dalam keberagaman, menghormati keberagaman dan memastikan keberagaman itu tidak terganggu dari unsur yang menginginkan sesuatu yang dapat merusak atau terganggunya negara ini," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hidupkan Semangat Kongres...
Hidupkan Semangat Kongres Pemuda 1926, IKPPI Gelar Gema Pemuda 2026
Semangat Hari Kebangkitan...
Semangat Hari Kebangkitan Nasional, Pemuda Jakarta Bersatu Kawal Program Strategis Pemerintah
LPI Ajak Pemuda Kawal...
LPI Ajak Pemuda Kawal Pasal 33 dan Program Ekonomi Prabowo
Densus Ungkap 247 Anak...
Densus Ungkap 247 Anak Terpapar Radikalisme dan Kekerasan Sepanjang 2026
Haerul Saleh Wafat,...
Haerul Saleh Wafat, KNPI: Kami Kehilangan Sosok Berintegritas dan Inspiratif bagi Pemuda
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Polda Riau Perkuat Kolaborasi...
Polda Riau Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Polis Malaysia Tangani Narkoba hingga Terorisme
Safari Ramadan, KNPI...
Safari Ramadan, KNPI Ajak Pemuda Perkuat Solidaritas untuk Korban Banjir Sumatera
Rekomendasi
555 Angkatan Pertama...
555 Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik, Basuki: Bangun Ibu Kota Nusantara Tak Gampang
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
ARMY Siap War Tiket...
ARMY Siap War Tiket Konser BTS ARIRANG in Jakarta Hari Ini, Harga Termurah Rp1,8 Juta
Berita Terkini
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Wamenlu Ungkap Prabowo...
Wamenlu Ungkap Prabowo Minta Maaf soal Terlambat Menerima Surat Kepercayaan Dubes
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved