Pasien Covid-19 Masih Bertambah, Pemerintah Perpanjang Bansos

Kamis, 04 Juni 2020 - 07:29 WIB
loading...
Pasien Covid-19 Masih...
Petugas sedang menyiapkan bansos untuk warga yang terdampak pandemi corona. Foto/ANTARA
A A A
JAKARTA - Pemerintah memutuskan memperpanjang skema bantuan sosial (Bansos) bagi warga terdampak wabah corona (Covid-19). Keputusan ini untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar warga selama wabah Covid-19 belum bisa dikendalikan secara penuh.

Tiga skema bansos yang diperpanjang adalah pemberian sembako untuk warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), pemberian bansos tunai untuk 9 juta penerima manfaat di luar Jabodetabek, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Lama perpanjangan penyaluran ketiga bansos tersebut berbeda-beda. Jika Bansos Sembako dan Bansos Tunai akan diberikan hingga bulan Desember mendatang, BLT Dana Desa hanya diberikan hingga bulan September 2020. “Untuk bansos yang selama ini diberikan dalam bentuk sembako, ini diperpanjang sampai Desember,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan perpanjangan bansos ini untuk memastikan tingkat konsumsi warga. Meskipun ada pengurangan terhadap masing-masing nilai bansos yang diperpanjang. Untuk bansos sembako Jabodetabek misalnya nilainya akan berkurang 50%. Jika sebelumnya setiap penerima manfaat menerima Rp600.000 per bulan maka untuk penyaluran Juli-Desember hanya bernilai Rp300.000 per bulan. Pun begitu dengan bansos nontunai untuk warga di luar wilayah Jabodetabek juga turun menjadi Rp300.000 per penerima manfaat setiap bulan. “Jadi yang non Jabodetabek tadi 9 juta. Non Jabodetabek ini, juga dilakukan perpanjangan sampai Desember. Namun dari Juli-Desember nilai manfaatnya turun dari Rp600 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan,” paparnya. (Baca: Kemensos Pastikan Penyaluran Bansos Tunai Diperketat)

Sri Mulyani mengatakan perubahan skema waktu dan besaran dua bansos ini akam masuk dalam revisi APBN 2020. Dia menyebut pemerintah mengalokasikan sebesar Rp178,9 triliun untuk bansos yang langsung diterima masyarakat. “Bansos tunai non Jabodetabek total menjadi Rp32,4 triliun. dan bansos Jabodetabek totalnya Rp6,8 triliun,” katanya.

Sementara itu jumlah pasien positif wabah Covid-19 terus mengalami peningkatan. Hingga kemarin pukul 12.00 WIB penambahan pasien positif Covid-19 mencapai 684 orang. Dengan penambahan ini maka total pasien positif virus corona menjadi 28.233 orang. Jumlah pasien positif Covid-19 sebelumnya 27.549 orang. mengungkapkan, secara total pasien positif virus corona menjadi 28.233 orang. Jumlah pasien positif Covid-19 sebelumnya 27.549 orang. "Sudah terkonfirmasi 684 positif Covid-19 sehingga angkanya 28.33 orang," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, kemarin.

Pria yang akrab disapa Yuri ini mengatakan, untuk pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, hari ini tercatat bertambah 471 orang. Sedangkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia bertambah 35 orang dari jumlah sebelumnya 1.663 orang. “Total pasien yang sembuh menjadi 8.406, sedang total yang meninggal menjadi 1.698 orang," ujarnya. (Baca juga: Demi Corona, Susi Pudiastuti Jualan Kaos Bertuliskan 'Tenggelamkan')

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini merinci penambahan pasien positif Covid-19 kemarin paling tinggi berasal dari Jawa Timur dengan 183 kasus. Jumlah ini menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang lebih dari 200 kasus. “Kalau kemudian kita break down lebih lanjut, maka sekarang ini jumlah tertinggi kita dapatkan dari hasil pemeriksaan di Jawa Timur sebanyak 183. Meskipun dibanding dengan kemarin ini ada penurunan,” katanya.

Provinsi kedua yang mengalami penambahan terbanyak jumlah kasus positif, lanjut Yuri adalah DKI Jakarta. Kemarin kasus positif di ibu kota itu mencapai 82 kasus. “Banten 71 kasus dibanding dengan kemarin juga meningkat. Kalimantan Selatan 64 kasus, ini juga meningkat dibanding kemarin. Papua 39 kasus, ini menurun dibanding kemarin,” katanya. (Lihat Videonya: Dituduh Pelakor, Bidan Desa Dianiaya Istri Anggota Brimob di Mamuju)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyatakan jika penyebaran wabah Covid-19 di tanah air belum sepenuhnya terkendali. Di masing-masing provinsi, penambahan kasus tersebut masih bersifat fluktuatif. Berdasarkan fakta tersebut maka Jokowi menegaskan jika pembukaan berbagai aktivitas baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun peribadatan akan dilakukan secara bertahap dengan pertimbangan ketat. (Dita Angga/Binti Mufarida)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Beredar Kabar Bansos...
Beredar Kabar Bansos Dipotong, Mensos: Itu Hoaks dan Menyesatkan
Selly PDIP: Benahi Data...
Selly PDIP: Benahi Data Penerima Bansos agar Tak Jadi Bancakan Pihak Tertentu
Soroti Penyaluran Bansos...
Soroti Penyaluran Bansos di Tengah Inflasi, Selly Gantina: Perkuat Fungsi Kemensos
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Belanja Pemerintah per...
Belanja Pemerintah per Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Buat Apa?
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Rekomendasi
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved