Perlu Partisipasi Masyarakat untuk Berantas Hoaks Vaksin

Selasa, 19 Oktober 2021 - 19:11 WIB
Perlu Partisipasi Masyarakat untuk Berantas Hoaks Vaksin
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Program vaksinasi Covid-19 dosis pertama telah menembus angka 100 juta. Hingga saat ini orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama sudah di angka 108,5 juta.

Baca juga: Jokowi Targetkan Akhir Tahun 70% Penduduk Indonesia Sudah Divaksin

Sementara untuk dosis kedua sudah di angka 30 persen atau kurang lebih 63,5 juta masyarakat, telah mendapatkan dua kali penyuntikan dari 208 juta orang. Total jumlah vaksin yang sudah disuntikkan sejumlah 172 juta.

Baca juga: Jokowi Tinjau Vaksinasi Door to door di Tarakan



Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, meski total jumlah vaksin yang disuntikkan 172 juta, masih terdapat pekerjaan rumah (PR) pemerintah terutama dari sisi sasaran vaksin, yaitu kelompok lanjut usia (lansia).

"Lansia baru 7,6 juta atau 35 persen yang mendapat vaksin dari 21,5 juta. Artinya masih ada lansia yang belum mau divaksin," kata Siti Nadia dalam diskusi online dengan tema Masih Ada Hoaks di Antara Kita dan Vaksin Covid-19, Selasa (19/10/2021).

Siti Nadia menambahkan, meski lansia masuk dalam prioritas vaksinasi Covid-19, namun kecepatan penyuntikan pada lansia lambat. Karena masih banyak lansia yang salah persepsi dan ada pula menolak divaksin.

"Persepsi yang salah ini bisa dikarenakan mereka menerima informasi atau pun hoaks yang kemudian membuat mereka tidak yakin untuk divaksin," ujarnya.

Selain pada lansia, tantangan vaksinasi Covid-19 juga pada remaja usia 12 hingga 17 tahun. Orang tua remaja ragu anaknya mendapat vaksinasi karena informasi yang beredar.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2208 seconds (11.97#12.26)