PKB Belum Lihat Adanya Kekuatan Capres 2024 yang Signifikan

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 17:30 WIB
PKB Belum Lihat Adanya Kekuatan Capres 2024 yang Signifikan
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza mengaku belum melihat adanya kekuatan bakal calon presiden (capres) 2024 yang signifikan. Foto/dpr.go.id
A A A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza mengaku belum melihat adanya kekuatan bakal calon presiden (capres) 2024 yang signifikan. Beberapa ketua umum partai politik yang didorong maju menjadi kandidat Pilpres 2024 pun diamatinya.

“Jadi, paling tidak di pengujung tahun 2021 ini ada dua ketua umum partai yang menyatakan siap maju sebagai calon presiden,” kata Faisol di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dikutip Jumat (15/10/2021).

Dia pun menanggapi soal adanya wacana Prabowo Subianto diduetkan dengan Puan Maharani. Namun, yang jadi pertanyaan besar, kata dia, apakah PDIP bersedia jika Puan hanya dijadikan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo, sementara suara PDIP jauh melebihi Partai Gerindra. “Hal inilah tentu menjadi pertanyaan yang nyelekit (menyakitkan) buat teman-teman di PDIP pasti,” kata Ketua Komisi VI DPR ini.

Baca juga: PPP Lebih Pilih Posisi Cawapres untuk Suharso Monoarfa



Namun, kata Faisol, kalau melihat secara umum hasil survei terakhir, elektabilitas Prabowo 20%, disusul Ganjar Pranowo 12%, dan seterusnya, bagi PKB belum ada capres yang memiliki kekuatan signifikan. “Buat saya dan PKB belum melihat bahwa, ada kekuatan capres yang cukup signifikan dalam konteks pilpres ke depan,” ujarnya.

Maka itu, menurut Faisol, masih ada ruang kosong, karena kontestasi pencapresan sejauh ini belum didominasi oleh seorang calon. Pada Pemilu 2019 lalu, di saat kekuatan terbelah kepada capres Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi), Ketum PKB Muhaimin Iskandar memilih untuk menjadi cawapresnya Jokowi, karena melihat peluang kemenangan yang lebih besar kala itu.

Dengan demikian, kata Faisol, dengan peta pencapresan yang masih begitu terbuka, PKB berkesimpulan bahwa sangat sulit untuk mengambil satu kesimpulan mengenai siapa calon yang dominan di Pilpres 2024. Misalnya Ganjar yang dianggap memiliki elektabilitas tinggi, tapi sebagai kader partai biasa, apakah Ganjar bisa mendapatkan tiket Pilpres itu.

“Bapak Ganjar yang teman-teman lihat sebagai salah seorang calon di luar background katakan pimpinan partai, terus kelihatan, cukup kuat dalam peta pilpres, tapi apakah Pak Ganjar akan mendapatkan tiket untuk maju sebagai calon presiden itu kan tergantung pemilik partai,” tandasnya.
(rca)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1523 seconds (10.101#12.26)