Meski Pandemi Terkendali, Masyarakat Diminta Tidak Lengah

Rabu, 13 Oktober 2021 - 14:16 WIB
Meski Pandemi Terkendali, Masyarakat Diminta Tidak Lengah
Foto: Doc. Sindonews
A A A
JAKARTA - Strategi pengendalian Covid-19 di Indonesia yang menekankan pada penanganan dari hulu hingga hilir menunjukkan hasil positif. Namun demikian, pemerintah tak henti mengingatkan masyarakat tetap waspada, karena virus corona masih ada.

Pelaksanaan tiga pilar pengendalian Covid-19 juga terus dilakukan sebagai upaya untuk memastikan pandemi tetap terkendali. Tiga pilar tersebut adalah penerapan protokol kesehatan Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan dengan sabun (3M), percepatan vaksinasi, serta penguatan testing, tracing, treatment (3T) di lapangan.

Dalam Dialog Semangat Selasa (12/10/2021) Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting memaparkan perkembangan angka positivity rate Covid-19 secara nasional, kini terpantau berada di bawah 2 persen.

Sementara itu tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) berada di bawah 10 persen. “Namun virus tetap ada sehingga program pengendalian harus terus dilaksanakan,” tegasnya seraya menambahkan jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih akan terus digunakan sebagai instrumen pengendalian, berdampingan dengan 3M, 3T, dan vaksinasi.

PPKM dikatakan Alexander berhasil karena keterlibatan bersama pemerintah dan masyarakat dalam rangka ketahanan nasional melawan virus corona. Penerapan PPKM akan mengawal dan menjaga masyarakat, sehingga pemulihan kesehatan dapat diiringi dengan pemulihan ekonomi, kemudian sosial budaya dan pendidikan.

“Pembukaan kegiatan yang kita lakukan adalah kelonggaran yang terkendali. Protokol kesehatan juga menjadi bagian dari kehidupan kita, sampai pandemi kelak dicabut. Selain itu, masih ada tugas untuk meningkatkan cakupan vaksinasi agar tidak ada yang tertinggal, termasuk kaum disabilitas dan lansia,” tuturnya.



Alexander Ginting juga mengingatkan, tracing kontak harus terus dilakukan. Kemudian kontak erat harus menjalani karantina untuk menekan transmisi Covid-19. Dia menjelaskan bahwa isolasi terpusat akan lebih baik dibandingkan isolasi mandiri yang berisiko membuat transmisi keluarga.

“Kendati kondisi membaik, pemerintah, rumah sakit, posko PPKM, pusat isolasi, semua pihak harus tetap siaga dan bekerja bersama agar tidak terjadi lonjakan kasus,” ucapnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menggarisbawahi pentingnya mempertahankan kewaspadaan. Ia menekankan untuk tidak terjebak pada pencapaian angka dan penurunan level.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2195 seconds (11.210#12.26)