Umar Patek, Teroris Ahli Perakit Bom yang Kini Lihai Ngegombal

Senin, 27 September 2021 - 16:59 WIB
loading...
Umar Patek, Teroris...
Umar Patek mengaku sudah siap berbaur dengan masyarakat sekeluarnya dari penjara. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Narapidana terorisme (napiter) Hisyam alias Umar Patek ternyata memiliki sifat romantis terhadap istrinya. Ia mengaku sering melontarkan gombal kepada pasangannya.

Hal itu terungkap saat, Umar Patek menjadi narasumber di Podcast Kafe Toleransi yang disiarkan di Channel YouTube Humas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT).

"Kadang sering aku gombalin. Seperti 'lama ini aku di Lapas sampai lupa iket tali sepatu', terus soulmate nanya kenapa ya, 'yang aku ingat cuma gimana ikat hatimu'," kata Umar Patek.

Baca juga: Terpidana Bom Bali Umar Patek Dapat Remisi 6 Bulan, BNPT: Beliau Cinta NKRI

Kegemaran baru Umar Patek berawal ketika sering dikirimi kopi dengan merek ternama oleh sang istri. "Bukan sering order (kopi), Soulmate yang kirimin. Hanya satu kenangan, kenangan bersama soulmate dari a sampai z," ujar Umar Patek kembali melontarkan gombalnya.

Di sisi lain, Umar Patek mengaku siap untuk kembali sosialiasi ke lingkungan masyarakat pasca-nanti bebas dari Lapas. Ia menyebut, keluarganya juga membantu hal tersebut.

"Insya Allah siap, tidak hanya diri pribadi tapi dari keluarga sejak jauh tahun sehingga sampai saat ini istri maupun adik saya banyak sosialisasi masyarakat sekitar yang nantinya akan saya tinggali di situ. Sehingga masyarakat kenal saya seorang napiter akan tinggal di situ dan masyarakat siap menerima," papar Umar Patek.

Baca juga: Mantan Napiter di Poso Deklarasikan Diri Lawan Radikalisme dan Terorisme

Umar Patek, pria kelahiran 1970 ini bertindak sebagai asisten koordinator lapangan dalam kasus Bom Bali I tahun 2002. Dia dikenal sebagai ahli perakit bom, pengetahuan yang diperolehnya dari Afghanistan. Umar Patek sempat menjadi buronan terorisme paling dicari di dunia, termasuk oleh pemerintahan Amerika Serikat.

Dia ditangkap di Kota Abbotabad, Pakistan, akhir Januari 2011. Pada Juni 2012, Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan vonis 20 tahun penjara terhadap dirinya. Umar Patek mendapat pengurangan masa hukuman lantaran dinilai berperilaku baik dan berikrar setia kepada NKRI. Dia diperkirakan bebas di tahun 2022.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hari Lansia Nasional,...
Hari Lansia Nasional, 560 Narapidana Terima Remisi
Penindakan Korupsi Lebih...
Penindakan Korupsi Lebih Mahal dari Pencegahan, Ketua KPK: Negara Tanggung Biaya Narapidana
Prabowo Terbitkan Perpres...
Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Mengarah Terorisme
Kasus Penyiraman Air...
Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, Prabowo: Ini Terorisme, Tindakan Biadab Harus Diusut
Dampak Nyata Perang...
Dampak Nyata Perang Iran dan AS-Israel Terhadap Keamanan Indonesia
Zero Terrorist Attack...
Zero Terrorist Attack di Era Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Lemkapi: Pencapaian Besar Polri
Kemnaker Bakal Salurkan...
Kemnaker Bakal Salurkan Mantan Narapidana ke Pasar Kerja
Dosen UIN Sunan Ampel:...
Dosen UIN Sunan Ampel: Dana Asing Tak Dilarang tapi Negara Wajib Mengawasi
Napi Korupsi Melipir...
Napi Korupsi Melipir ke Coffee Shop, Ditjenpas Buka Suara
Rekomendasi
Betrand Peto Nangis...
Betrand Peto Nangis Lihat Video Viral Sarwendah: Kok Bunda Setega Itu
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Timnas Indonesia Tundukkan...
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik Lewat Gol Tunggal Ole Romeny
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved