Ternyata PPKM Bukan Pelonggaran atau Pengetatan, Nih Penjelasannya

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 19:26 WIB
loading...
Ternyata PPKM Bukan...
Jubir Pemerintah Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro menegaskan, PPKM harus dipahami bukan pelonggaran atau pengetatan. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro menegaskan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) harus dipahami bukan pelonggaran atau pengetatan.

Baca juga: 7.167 Pekerja di Jawa Timur Dirumahkan Akibat PPKM Darurat

"Peraturan lainnya yang dibuat dalam periode PPKM sampai dengan 16 Agustus 2021. Ini sebaiknya dipahami bukan sebagai pelonggaran atau pengetatan. Tapi panduan beradaptasi panduan menyesuaikan dengan risiko," ungkap Reisa dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun Drastis Pascapelaksanaan PPKM

Reisa pun menjelaskan panduan tentang pengendalian penyakit. "Saya ingatkan sebuah panduan pengendalian penyakit yang berbunyi, pertama membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Kedua membudayakan perilaku etika bersin dan batuk," kata Reisa.

"Ketiga peningkatan daya tahan tubuh. Keempat, penanganan penyakit penyerta. Dan kelima penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi. Serta keenam penemuan kasus secara aktif dengan cara investigasi dan pemeriksaan kasus kontak. Ketujuh, skrining secara masalah terutama pada kelompok rentan dan kelompok berisiko," jelasnya.

Reisa mengatakan, hal itu merupakan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2016 tentang penanggulangan tuberkulosis (TB) yang sama dengan protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh masyarakat saat pandemi Covid-19.

"Saya baru saja mengutip peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 tahun 2016 tentang penanggulangan tuberkulosis. Penyakit yang puluhan tahun masih ada di Indonesia. Dan Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan beban tuberkulosis tertinggi," papar Reisa.

“Familiar kan dengan langkah-langkah pengendalian TB, mirip dengan apa yang sekarang kita terapkan. Artinya tidak ada yang baru dari penerapan protokol kesehatan yang kita lakukan sekarang. Kita beradaptasi dengan langkah-langkah pencegahan penyakit yang sudah lama promosikan," tambahnya.

Reisa pun mengungkapkan, kampanye cuci tangan dimulai sejak 1847, lebih dari 170 tahun yang lalu. "Masker sudah dipakai sejak pandemi Flu tahun 1918. Dan jaga jarak sudah diajarkan lebih dari 590 tahun yang lalu, pada zaman cendekiawan muslim menghadapi wabah," tutupnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Covid-19 Per 8 Mei 2023,...
Covid-19 Per 8 Mei 2023, Bertambah 1.149 Kasus dan 21 Orang Meninggal
Covid-19 Per 5 Mei 2023,...
Covid-19 Per 5 Mei 2023, Bertambah 2.122 Kasus dan 20 Orang Meninggal
Kasus Covid-19 Kembali...
Kasus Covid-19 Kembali Naik, Wakil Ketua MPR: Protokol Kesehatan Harus Diaktifkan Lagi
Sempat Dirawat Intensif,...
Sempat Dirawat Intensif, 2 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Pemerintah Cabut Aturan...
Pemerintah Cabut Aturan Wajib Masker, Vaksin Covid-19 Tetap Dianjurkan
5 Poin Prokes Perjalanan...
5 Poin Prokes Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Terbaru, Boleh Tidak Pakai Masker
Rekomendasi
BRI Kokohkan Dominasi,...
BRI Kokohkan Dominasi, Raih Penghargaan Best Private Bank Skala Internasional
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Sinopsis Disclosure...
Sinopsis Disclosure Day, Film Terbaru Steven Spielberg tentang Rahasia Alien yang Guncang Dunia
Berita Terkini
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Infografis
Fakta Mengejutkan, Ternyata...
Fakta Mengejutkan, Ternyata Buaya adalah Hewan yang Sangat Setia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved