alexametrics

Selain APD, KPU Usulkan Penambahan Dua Logistik Lain untuk Pilkada

loading...
Selain APD, KPU Usulkan Penambahan Dua Logistik Lain untuk Pilkada
KPU telah mengusulkan penambahan logistik berupa alat pelindung diri (APD) untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengusulkan penambahan logistik berupa alat pelindung diri (APD) untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

(Baca juga: DKPP Sebut Gugus Tugas Covid-19 Dukung Pilkada 9 Desember 2020)

Di antaranya yakni, masker, hand sanitizer, disinfektan dan penyemprot disinfektan untuk pemilih dan juga penyelenggara. Selain itu, KPU juga menambahkan dua item lainnya yakni alat coblos sekali pakai dan alat penanda tinta agar tidak banyak jari-jari yang masuk ke wadah tinta.



"Kemarin kita sudah lakukan rapat konsultasi, draf tahapan, sebelum memutuskan kita sudah sampaikan beberapa syarat. Kita mau laksanakan pilkada dengan cara baru, aturan, perlindungan diri, bukan hanya perlindungan terhadap penyelenggara tapi peserta dan pemilih. Itu diperlukan alat bantu pendukungnya," kata Ketua KPU Arief Budiman dalam 'Lunch Break Bersama Ketua KPU: Antara Pandemi dan Pilkada, Harus Bagaimana?' secara virtual, Kamis (28/5/2020).

(Baca juga: Setuju Pilkada 9 Desember, DPR Minta KPU Ajukan Tambah Anggaran ke Pemda)

Arief menjelaskan, sekarang ini KPU sudah siap menyelenggarakan dengan syarat. KPU siap melasanakan pemungutan suara baik itu Desember 2020, Maret 2021 atau September 2021. Pihaknya pun sudah menjelaskan syarat-syarat pilkada bisa dilakukan di bulan-bulan tersebut. Dan karena ada new normal, maka perlu ada logistik tambahan.

"Kalau mau melakukan dengan new norm, kita ajukan syarat-syaratnya. Kemarin yang kita hitung kebutuhan yang sudah kita sebutkan, masker, hand sanitizer, disinfektan dan sarung tangan," urainya.

Selain itu, Arief menambahkan, KPU juga akan mengajukan revisi penambahan logisti yakni pertama, alat coblos sekali pakai. Karena selama ini masih menggunakan paku yang digunakan berulang kali, maka jangan ada alat coblos yang digunakan berkali-kali karena bisa jadi penyebaran Covid-19 baru.

"Jadi mau gunakan sekali pakai. Jadi, seperti tusuk gigi tapi bukan tusuk gigi, karena tusuk gigi kita terlalu kecil nanti enggak kelihatan. Tentu ini akan menambah biaya," jelas Arief.

Kemudian, lanjut dia, tinta penanda. Karena selama ini mekanismenya memasukkan jarinya ke satu botol tinta, tidak mungkin semua cairan masuk dicelupkan ke satu wadah saat pandemi ini.

"Tinta ditetes bisa dengan pump seperti hand sanitizer atau dengan spray, ada juga masukan dengan cotton buds. Prinsipnya dirancang untuk single used," tandasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak