alexametrics

Corona Belum Tuntas, Ikatan Dokter Sarankan Siswa Tetap Belajar di Rumah

loading...
Corona Belum Tuntas, Ikatan Dokter Sarankan Siswa Tetap Belajar di Rumah
Sejumlah siswa belajar bersama di rumah. Sejak pandemi Corona, sekolah-sekolah memberlakukan kegiatan belajar mengajar di rumah dengan sistem online. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A+ A-
JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar kegiatan pembelajaran anak sekolah tetap dilaksanakan dalam bentuk jarak jauh.

Hal itu diperlukan mengingat perkembangan sulitnya mengendalikan penyebaran Covid-19 saat ini, terutama di area keramaian.

Ketua Umum IDAI, Aman Pulungan menyarankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini harus tetap dilanjutkan.



Menurut dia, cara itu menjadi alternatif terbaik jika kemungkinan wabah Covid-19 belum tuntas pada Juli nanti.

“Ikatan Dokter Anak Indonesia menyampaikan apresiasi atas keandalan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran jarak jauh, termasuk bentuk kegiatan belajar daring. Hal ini disarankan untuk tetap dilanjutkan, mengingat kemungkinan hingga Juli wabah belum teratasi dengan baik,” kata Aman dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu 27 Mei 2020.

Khusus untuk anak usia dini, pembelajaran dapat dilakukan di lingkungan keluarga. Metode pelaksanaannya dapat dilakukan dengan memberikan stimulasi di berbagai ranah perkembangan anak.

“Dalam lingkungan penuh kasih sayang oleh anggota keluarga yang sehat,” katanya.(Baca juga: MUI Bahas Pola Ibadah dan Aktivitas Keagamaan di Era New Normal)

Aman menjelaskan, rekomendasi tersebut merupakan hasil dari evaluasi deteksi kasus pada anak secara mandiri yang menunjukkan bahwa anak juga rentan terinfeksi Covid-19.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tercatat hingga 18 Mei 2020, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 3.324 anak. Adapun 129 anak berstatus PDP diketahui meninggal dunia.

Selain itu, ada 584 anak yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 14 anak di antaranya meninggal akibat pandemi tersebut.

“Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat Covid-19 di Indonesia tinggi. Membuktikan tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja,” ujarnya.
(dam)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak