Anis Matta: Perlu Peta Jalan Baru untuk Jadi Kekuatan Utama Dunia

loading...
Anis Matta: Perlu Peta Jalan Baru untuk Jadi Kekuatan Utama Dunia
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mengatakan Indonesia perlu peta jalan baru untuk menjadi kekuatan utama dunia. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Indonesia saat ini memasuki gelombang ketiga menuju kekuatan lima besar dunia di antara negara-negara Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Rusia dan China. Sebab, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar seperti sumber daya alam, jumlah penduduk terbesar ketiga di dunia, jumlah umat Islam terbesar di dunia dan menjadi salah satu pemimpin utama ASEAN.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta saat meluncurkan Program OK GELORA Orientasi Kepartaian Partai Gelora Indonesia di Jakarta, Sabtu, 27 Februari 2021. "Kenapa kita harus menjadi salah satu kekuatan dunia, karena kita memiliki potensi yang cukup untuk itu," kata Anis Matta. Baca juga: Anis Matta Apresiasi Dialog Kapolri dengan Ketum PP Muhammadiyah

Kata dia, Indonesia telah memasuki dua gelombang, yakni gelombang pertama dan gelombang kedua. Gelombang pertama adalah gelombang menjadi Indonesia, diawali Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan puncaknya sebagai negara berdaulat pada 17 Agutus 1945. Sedangkan gelombang kedua adalah menjadikan Indonesia sebagai negara modern. Hal ini telah dilewati melalui pergulatan pada masa Orde Lama, Orde Baru dan Orde Reformasi. "Sebagai bangsa kita telah bergulat dengan pengalaman yang pahit dan manis dalam mencari titik temu antara demokrasi dan kebangsaan," tuturnya. Baca juga: Partai Gelora Dorong Penerbitan Perppu ITE dan Pengesahan RUU KUHP

Dengan memasuki gelombang ketiga, maka diperlukan Peta Jalan Baru Indonesia. Peta jalan baru tersebut, akan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia. "Saat ini terjadi perubahan tatanan global dan perubahan pada kemimpinan global. Sehingga kita perlu merumuskan satu peta jalan baru, dimana mimpi besar itulah yang melatari berdirinya Partai Gelora," ujarnya.

Anis Matta mengatakan, Partai Gelora tidak ingin melihat Indonesia menjadi medan tempur negara-negara yang sedang bersaing di dunia seperti persaingan antara AS dan China saat ini. "Potensi kita terlalu besar, tapi pencapaian kita terlalu kecil. Langit kita terlalu tinggi, tapi kita terbang terlalu rendah. Indonesia harus jadi salah satu kekuatan utama dunia," pungkasnya.



Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah mengatakan, rakyat Indonesia seharusnya memiliki orientasi dan kemantapan hati. Tidak boleh galau atau gelisah, sebab saat ini banyak pihak yang tidak memiliki orientasi, padahal sebagai bangsa besar harus optimis. "Bangsa ini harus optimis agar terbang tinggi seperti Rajawali dan menjadi kekuatan lima besar dunia. Kita harus mereorentasi konsepsi diri kita dengan khazanah Indonesia, Sehingga kita sebagai bangsa Indonesia, optimis," ujar Fahri.

Karena itu, orientasi ke-Indonesiaan harus semakin diperkuat secara masif. Tidak boleh lagi ada rakyat Indonesia yang tidak memahami atau terbata-bata tentang ke-Indonesiaan. "Mengutip puisi Chairil Anwar, kita hidup 1.000 tahun lagi, maka kita harus optimis tentang fondasi bangsa yang membuat kagum dengan Indonesia," pungkasnya.
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top