Demokrat Sebut Malu Besar Punya Mantan Kader seperti Darmizal Dkk

loading...
Demokrat Sebut Malu Besar Punya Mantan Kader seperti Darmizal Dkk
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan partainya malu besar pernah punya kader-kader seperti Darmizal dan pelaku GPK-PD. Foto/Okezone
JAKARTA - Perang terbuka terus terjadi antara pengurus dengan para kader partai yang telah dipecat dari keanggotan Partai Demokrat . Dampak dari pemecatan itu, isu Kongres Luar Biasa (KLB) pun semakin menguat, di saat yang sama internal Partai Demokrat menyebut KLB adalah abal-abal.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan partainya malu besar pernah punya kader-kader seperti Darmizal dan pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) dan kader lain yang sudah dipecat. Baca juga: Gugat Pemecatan ke Pengadilan, 7 Eks Kader Demokrat Dinilai Tempuh Cara Elegan

"Sudah berkhianat dari perjuangan tulus para kader militan Partai Demokrat, mau rampok partai ini pula dari para kadernya, dengan bekerja sama dengan oknum pejabat penting pemerintahan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (28/2/2021).

Herzaky mengatakan tabiatnya Darmizal itu memang suka menebar kabar bohong dan menyebar fitnah dimana-mana terkait kepengurusan Partai Demokrat era Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat ini. Bisa-bisanya menuduh partai ini dikelola dengan nuansa tidak taat aturan dan tidak demokratis.



"Padahal, apapun tindakan yang kami lakukan, selalu sesuai dengan aturan. Misalnya, saat memecat kader-kader pengkhianat yang berkolusi dengan pihak luar untuk rampok partai ini seperti Darmizal, kami butuh waktu yang tidak sebentar, karena ada proses dan mekanisme yang harus dilalui sesuai dengan AD/ART kami," tegasnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, jika dibilang tidak demokratis, pemecatan Darmizal dan kawan-kawannya justru menunjukkan pihaknya sangat demokratis. Dalam hal ini, AHY sebagai Ketum sangat menyimak dan menganggap penting masukan dari para kader di berbagai tingkatan dan daerah yang meminta Darmizal dipecat, sebelum memutuskan untuk memecat Darmizal dan teman-teman sesuai dengan aturan yang berlaku di internal Partai Demokrat.

"Lalu, Darmizal itu yang tidak tahu aturan. Mau buat KLB Partai Demokrat, tapi mau pakai aturan versi sendiri. Majelis Tinggi Partai (MTP) tidak setuju, 34 DPD tidak setuju, DPC-DPC juga tidak setuju, padahal ketentuannya KLB harus persetujuan MTP, dan permintaan 2/3 dari seluruh 34 DPD dan 1/2 dari seluruh DPC," beber dia. Baca juga: Ancaman Eks Kader Demokrat Bongkar Dosa Politik SBY Dinilai Wajar



Sehingga, kata Herzaky, KLB versi siapa ini yang dibuat Darmizal? Menurutnya, jika KLB serius akan dibuat, sudah pasti tidak inkonstitusional karena tidak sesuai dengan aturan dan ilegal karena pesertanya asal-asalan alias bukan pemilik suara sah di partai ini.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top