Fraksi Demokrat Tegaskan Tak Ingin Sekadar Kritik, tapi Beri Solusi

loading...
Fraksi Demokrat Tegaskan Tak Ingin Sekadar Kritik, tapi Beri Solusi
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono saat bertemu dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen. Foto/Istimewa
JAKARTA - Fraksi Partai Demokrat DPR menegaskan akan terus bersikap kritis terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah. Sikap kritis Demokrat bersifat konstruktif, profesional, proporsional, dan solutif.

"Kritik Demokrat selama ini tak sekadar kritik, tapi profesional, proporsional, konstruktif dan solutif. Dengan begitu, maka akan ada balances dalam berdemokrasi, dan Demokrat selalu mendengar aspirasi rakyat, wartawan, dan berkoaliasi dengan rakyat," tutur Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas saat audiensi dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Jumat (29/1/2021).

Meski mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan saat Pandemi Covid-19 dan Perppu Nomor 2 tahun 2020 tentang Pilkada, Demokrat tetap mengkritisi.

Baca juga: Demokrat: Ambang Batas Parlemen dan Presiden Jangan Batasi Hak



Demokrat juga menolak RUU Omnibuslaw dan Maklumat Kapolri yang tak sejalan dengan demokrasi. "Persetujuan itu agar pemulihan ekonomi dan Covid-19 cepat selesai sesuai dengan harapan rakyat. Sedangkan kritik penolakan agar ada harmoni dan penyempurnaan dalam berdemokrasi," tutur Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.

Ibas juga menyinggung mengenai penegakan hukum agar jangan sampai hukum tumpul ke atas dan hanya tajam ke bawah.

"Ke depan Demokrat akan mengkritisi RUU Pemilu, anggaran yang harus peduli dan berbagai untuk rakyat terutama saat banyak bencana alam akhir-akhir ini. Semua itu agar Demokrat tak disebut sebagai partai netto atau nato (no action talk only)," tutur putra Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Untuk itu, Ibas menekankan pentingnya Demokrat membangun dan mengembangkan komunikasi publik, khususnya dengan media, pers, dan rakyat."Kalau media memberitakan buruk, Demokrat akan buruk di mata rakyat, dan sebaliknya. Kita yakin demokrasi akan berkembang lebih baik ke depan, santun, dan mencerdaskan. Kita ingin pers terus maju dan adil dalam pemberitaan, sehingga pers tidak ditinggalkan oleh rakyat," pungkasnya.

Baca juga: Tanggapi Cuitan Abu Janda, PAN Percayakan kepada Polri
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top