Pemerintah Dinilai Tak Mungkin Bohongi Rakyat dalam Vaksinasi

loading...
Pemerintah Dinilai Tak Mungkin Bohongi Rakyat dalam Vaksinasi
Direktur Eksekutif LK2PK, dr Ardiansyah Bahar menilai proses vaksinasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para pejabat negara sangat terbuka. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Vaksin COVID-19 yang disuntikkan ke para pejabat negara dan masyarakat tidak akan berbeda. Pemerintah diyakini tidak akan mungkin membohongi rakyat dalam vaksinasi COVID-19 .

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK), dr Ardiansyah Bahar menilai proses vaksinasi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para pejabat negara sangat terbuka. Masyarakat dapat melihat secara jelas lantaran disiarkan secara langsung melalui televisi. Baca juga: 16 Nama Diajukan Ikut Vaksinasi COVID-19 di Surabaya, 4 Orang Belum Terkonfirmasi

"Kita bisa melihat bersama proses penyuntikan yang ada, mulai dari vaksin masih dalam kemasan hingga disuntikkan ke Presiden. Tentu sangat kecil kemungkinan bila vaksin yang digunakan tersebut bukan Sinovac yang akan disuntikan juga ke masyarakat," ujar Ardiansyah kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

Proses vaksinasi perdana pun diikuti berbagai unsur masyarakat. "Hal yang perlu kita pastikan adalah vaksin yang akan disuntikkan ke masyarakat benar aman, efektif, dan halal. Terkait ini telah dijawab oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)," tuturnya.



BPOM sudah memastikan vaksin COVID-19 Sinovac telah diuji coba tahap ketiga dan telah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin Sinovac secara keseluruhan aman.

Berdasarkan evaluasi khasiat, vaksin Sinovac sudah mampu membentuk antibodi di dalam tubuh dan mampu membunuh serta menetralkan virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh. MUI pun sudah mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin Sinovac dengan mempertimbangkan proses hasil audit LPPOM MUI.

Ardiansyah mengatakan untuk menilai keaslian vaksin bisa dengan melihat wadah, segel, label, hingga bentuk fisik vaksin. Dia mengatakan banyak perdebatan di masyarakat terkait hal ini karena memang masyarakat belum familiar dengan vaksin Sinovac.



Dengan kondisi tersebut, masyarakat hendaknya mencari informasi terkait vaksin dari sumber yang jelas. "Baik itu dari tenaga kesehatan ataupun institusi yang berwenang," kata Ardiansyah yang juga sebagai Sekretaris Umum Pengurus Pusat Per Perhimpunaan Dokter Umum Indonesia (PDUI) ini. Baca juga: Soal Kapan Vaksinasi Keluarga Presiden Jokowi, Begini Jawaban Istana

Sementara itu, Juru Bicara Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran (Unpad), Rodman Tarigan pun menepis tudingan cairan yang disuntikkan ke Presiden Jokowi bukan vaksin Sinovac. "Saya percaya yang disuntikkan ke Bapak Presiden adalah vaksin Sinovac," katanya secara terpisah.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top