Satgas Sebut Kasus COVID-19 di 13 Provinsi Prioritas Bervariasi

loading...
Satgas Sebut Kasus COVID-19 di 13 Provinsi Prioritas Bervariasi
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan Satgas terus memantau perkembangan kasus COVID-19 di 13 provinsi prioritas. Foto/BNPB
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 , Wiku Adisasmito mengatakan Satgas terus memantau perkembangan kasus COVID-19 di 13 provinsi prioritas. Menurutnya, kasus COVID-19 di 13 provinsi prioritas bervariasi dalam hal penurunan dan kenaikannya.

Seperti diketahui 13 provinsi tersebut antara lain Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, Bali, Aceh, Sumatera Barat, Riau, dan Kalimantan Timur. (Baca juga: Kasus COVID-19 di Cimahi Lewati Angka 1.000, Tersebar di 15 Kelurahan)

“Perkembangan kasus positif di 13 provinsi prioritas ini terus bervariasi dalam penurunan dan kenaikannya. Per tanggal 22 November, terdapat 7 provinsi yang mengalami penurunan kasus positif. Dan 6 provinsi yang mengalami peningkatan kasus positif," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (26/11/2020).

Meskipun jumlah provinsi yang mengalami penurunan kasus lebih banyak dibanding yang naik, Wiku menegaskan tetap waspada. Pasalnya jumlah kenaikannya cukup tinggi dibandingkan provinsi yang mengalami penurunan.



“Penurunan kasus tertinggi berada di Papua sebesar 73,8%. Namun jika dilihat pada provinsi yang mengalami kenaikan maka Riau mengalami kenaikan tertinggi yaitu 139,4%. Hal ini menunjukkan meskipun jumlah provinsi yang mengalami kenaikan lebih sedikit tapi jumlah kenaikan tertingginya masih dua kali lipat,” tuturnya.

Pada kesempatan itu dia juga meminta tiga provinsi yang mengalami kenaikan kasus positif terbanyak dapat fokus memutus rantai penularan COVID-19. Tiga provinsi tersebut antara lain Riau 139,4%, Jawa Timur 44,4% dan DKI Jakarta 23,9%. Sementara tiga provinsi dengan penurunan kasus terbanyak adalah Papua 73,8%, Jawa Tengah 31,2%, dan Jawa Timur 19,6%.

Lebih lanjut Wiku juga mengapresiasi provinsi prioritas yang selama 4 minggu konsisten menurunkan kasusnya yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Riau, dan Kalimantan Timur. Sementara untuk Provinsi Jawa Tengah, Wiku mengatakan grafiknya mengalami peningkatan.



“Pada awal November Jawa Tengah sempat memiliki kasus aktif 12,19%. Namun di pekan ini meningkat drastis hingga mencapai 20,70%. Mohon agar betul-betul diperhatikan penyebab utama kenaikan kasus aktif ini. Jadikan momen ini sebagai momen untuk menurunkan angka kematian dengan memastikan kasus aktif yang ada dapat sembuh seluruhnya,” paparnya.

Pada kesempatan itu Wiku mengingatkan bahwa pembentukan provinsi prioritas sudah dilakukan sejak bulan Juli. Dimana dari awalnya hanya 8 provinsi menjadi 13 provinsi saat ini. (Baca juga:Satgas Covid-19 Terus Petakan Klaster Acara Habib Rizieq)

“Waktu yang cukup lama ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik untuk menekan kasus bukan menjadi lengah. Sehingga berdampak masih terjadinya kenaikan kasus positif,” tutupnya.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top