Kemenkes Catat 70% Masyarakat Sudah Disiplin Protokol Kesehatan 3M

loading...
Kemenkes Catat 70% Masyarakat Sudah Disiplin Protokol Kesehatan 3M
Pandemi Covid-19 (virus Corona) sudah berjalan selama 9 bulan lamanya. Dan, untuk memutus penularannya adalah dengan disiplin protokol kesehatan 3M. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pandemi Covid-19 (virus Corona) sudah berjalan selama 9 bulan lamanya. Dan, untuk memutus penularannya adalah dengan disiplin protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).

(Baca juga: Sandiaga Uno Berpeluang Besar Gantikan Edhy Prabowo di Kabinet)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat hingga saat ini lebih dari 70% masyarakat Indonesia telah disiplin protokol kesehatan 3M. (Baca juga: Kebebasan Sipil di Indonesia Alami Kemunduran)

"Memang angkanya sih perkembangan sekarang yang menggunakan masker, yang menjaga jarak, yang cuci tangan sebenarnya sudah di atas 70%," ungkap Kepala Seksi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kesehatan, Marlina Ginting dalam diskusi Masyarakat Produktif di Masa Pandemi: Tantangan dan Peluang secara virtual, Kamis (26/11/2020).



Artinya kata Marliha, hanya 30% yang belum melakukan disiplin 3M. "Yang 30% ini masyarakat yang belum patuh, belum konsisten, belum disiplin, dia memberikan potensi penularan bagi yang lainnya. Jika kita ingin semuanya seperti itu jadi jadi konsistensi pesankan," ungkap Marlina.

Selain itu, Marlina juga mengatakan bahwa 9 bulan merupakan waktu yang panjang untuk belajar penanganan Covid-19. Meskipun, kata dia, masih ada lojakan kasus Covid-19.

"Kita pun sudah berpengalaman baik pemerintah, masyarakat, siapa. Meskipun ternyata masih terjadi peningkatan kasus, walaupun tidak di semua wilayah. Masih ada kita mendengar beberapa lonjakan di berapa waktu seperti itu. Jadi 9 bulan sebenarnya kita bisa banyak belajar dan kita terus rasanya memperbaiki strategi seperti itu," jelasnya.



Ia menegaskan, yang menjadi tantangan adalah konsisten menjalankan 3M. "Yang penting konsistensi sebenarnya yang kami ingin diterapkan pada masyarakat, komunikasi konsistensi pesan tentang cuci tangan gitu ya dengan air mengalir dengan sabun. Kemudian bagaimana menggunakan masker, konsistensi juga itu terus, terus, itu terus dilakukan. Kemudian juga bagaimana kita tetap menjaga jarak kita dan hindari kerumunan," ungkapnya.

"Jadi itu sebenarnya yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat ketika kita melakukan tiga (3M) ini sebenarnya konsisten, itu kan kita saling menjaga satu dengan yang lainnya," tambah Marlina.

Kenapa sih 3M ini jadi yang sering disampaikan, konsisten, terus-menerus dilakukan oleh semua pihak? “Saya kira hari ini sangat tepat waktunya kita mempertegas lagi sebenarnya kenapa sih gitu ya cuci tangan, itu sebenarnya berperilaku sederhana tapi dia bisa memutus mata rantai," ungkap Marlina.

"Karena memang memang virus ini kan lewat droplets ya, bisa mengenai permukaan benda, terus kemudian juga tangan kita, seperti itu dan juga karena kita bicara ada bersin seperti itu, sehingga kita harus suci tangan, karena kita berada di risiko-risiko seperti itu. Kemudian seperti sekarang kita menggunakan masker karena memang ketika kita tidak menggunakan masker kita berpotensi menularkan kepada orang lain," jelas Marlina.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top