Pasien Corona di RS Meningkat, Satgas: Ini Peringatan untuk Tanggap Siaga

loading...
Pasien Corona di RS Meningkat, Satgas: Ini Peringatan untuk Tanggap Siaga
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, terjadi trend peningkatan pasien Corona yang rawat jalan, IGD dan juga rawat inap. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, terjadi trend peningkatan pasien virus Corona (Covid-19) yang masuk rawat jalan, IGD dan juga rawat inap setelah libur panjang akhir Oktober hingga awal November lalu.

(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

Peningkatan ini kemudian berdampak pada ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (RS) di berbagai daerah. "Tren kenaikan kapasitas yang signifikan perlu menjadi peringatan untuk segera melakukan tindakan tanggap siaga," kata Wiku saat konferensi pers, Selasa (24/11/2020).

(Baca juga: Menag Minta Akademisi dan Kampus Jadi Garda Terdepan Dukung Wakaf Nasional)



Misalnya saja di Provinsi Banten kapasitas tempat tidur ICU sudah terisi sebanyak 97% atau 115 ruangan. Sementara untuk ruang isolasi sudah terpakai 80% atau 1413 tempat tidur. Lalu di Provinsi DKI Jakarta berdasarkan data per 22 November 2020 tempat tidur ICU sudah terisi sebanyak 69,57% dan tempat tidur isolasi sudah terisi 71,66%.

(Baca juga: Terbukti, Imunisasi Berhasil Cegah Penyakit Menular)

Sedangkan provinsi Jawa Barat tempat tidur ICU sudah terisi sebanyak 73,45% dan tempat tidur isolasi sudah terisi sebanyak 79,62% persen. Lalu Provinsi Jawa Tengah, tempat tidur ICU sudah terisi sebanyak 80% dan tempat tidur isolasi sudah terisi sebanyak 77,4%. Kemudian Provinsi Jawa Timur tempat tidur ICU terisi sebanyak 54,86% dan tempat tidur isolasi sudah terisi sebanyak 57,43%.



"Kita harus mempertimbangkan beban kerja tenaga kesehatan. Jangan sampai terjadi keletihan ekstrim dan akhirnya pelayanan tidak dapat diberikan secara maksimal," ungkapnya.

Dia mengatakan, ada beberapa langkah antisipasi yang perlu dilakukan pemerintah daerah saat terjadi peningkatan pasien Covid-19. Menurutnya jika kenaikan pasien sebesar 20 sampai dengan 50% maka RS masih dapat menampung lonjakan pasien sebanyak dua kali lipat.

"Jika kenaikan pasien lebih dari 50 sampai 100% maka RS dapat menggunakan ruang perawatan umum menjadi ruang perawatan pasien Covid-19," tuturnya.

"Jika kenaikan pasien lebih dari dua kali lipat maka dapat mendirikan tenda darurat di area rumah sakit atau juga dapat mendirikan RS lapangan atau darurat," pungkasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top