Gerindra Ingatkan Stakeholder Tak Saling Sandera soal Vaksin COVID-19

Minggu, 08 November 2020 - 09:08 WIB
loading...
Gerindra Ingatkan Stakeholder...
Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengingatkan agar para pemangku kepentingan tidak saling sandera dan duduk bersama soal vaksin COVID-19. Foto/SINDOnews
A A A
BANDUNG - Pemerintah tengah membuat program percepatan vaksin COVID-19 sebagai salah satu upaya penanganan pandemi. Namun, antarlembaga pemeritah dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait masih nampak belum satu suara.

Terkait hal itu, Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengingatkan agar para pemangku kepentingan tidak saling sandera dan duduk bersama. (Baca juga: MPR Ingatkan BPOM Jamin Keamanan Vaksin Covid-19)

"Antara Kementerian Kesehatan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), Biofarma dan para pemangku kepentingan lainnya, duduk bareng dengan dan jangan saling menyandra atas berbagai kewenangan yang dimiliki," ujar Muzani dalam sambutannya di acara sosialisasi MPR yang bertajuk "Visi Misi NKRI Bagi Calon Kepala Daerah" di Hotel Crown Plaza Bandung, Jawa Barat, Sabtu (7/11/2020).

Dengan demikian, sambung Muzani, masalah dan juga manfaat terkait dengan vaksin COVID-19 ini bisa terbuka kepada masyarakat. "Sehingga problem ini bisa terbuka dan rakyat bisa tahu vaksin itu untuk apa manfaatnya," katanya.

Dalam pengembangan vaksin, Muzani menjelaskan, BPOM menjadi garda terakhir. Untuk itu, BPOM perlu memberikan jaminan bagi para pengguna vaksin. Karena biaya yang dikeluarkan begitu besar, vaksin COVID-19 ini sudah semestinya bisa memberi manfaat karena negara pun berharap dengan adanya vaksin ini maka ekonomi Indonesia bisa lebih cepat pulih. Sehingga data-data yang dikemukakan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang pekerja terdampak atau angka kemiskinan bisa berkurang.

"Kita memang membuang biaya yang tidak kecil untuk vaksin, tetapi harapannya rakyat menjadi sehat," tutur Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra ini.

Karena, kata Muzani, itulah amanat dari UUD 1945 bahwa negara menjamin agar rakyat berhak mendapatkan kesehatan dari negara. Dan karena kemampuan negara terbatas untuk memproduksi banyak vaksin maka biaya yang dikeluarkan harus efektif bagi pemulihan kesehatan dan ekonomi. (Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Tunggu Laporan MUI Terkait Kehalalan Vaksin Covid-19)

"Tetapi sebaliknya, vaksin yang diberikan betul-betul menjadikan rasa aman bagi pemakai vaksin itu sendiri, oleh karena itu kerja sama bagi segenap lapisan masyarakat menjadi sangat penting," pungkas Muzani.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerindra: Diplomasi...
Gerindra: Diplomasi Aktif Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Panggung Global
Habiburokhman Kritik...
Habiburokhman Kritik Dino Patti Djalal: Sok Paling Kemlu Sendiri Sedunia
Refleksi 109 Tahun,...
Refleksi 109 Tahun, Generasi Muda Diminta Telaah Gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Gerindra Harap Lawatan...
Gerindra Harap Lawatan Prabowo ke Prancis Tak Dipolitisasi
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Disanksi Imbas Merokok...
Disanksi Imbas Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember: Saya Menyesal, Mohon Maaf
Ketua DPRD Kepri Naik...
Ketua DPRD Kepri Naik Moge Tanpa Helm dan SIM, Majelis Kehormatan Gerindra Beri Teguran Tertulis
Gerindra Panggil Anggota...
Gerindra Panggil Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Bahas Stunting
Rekomendasi
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berita Terkini
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved