Terowongan Nanjung Minimalisir Banjir di Bandung

loading...
Terowongan Nanjung Minimalisir Banjir di Bandung
Pembangunan Terowongan Nanjung adalah upaya BBWS Citarum untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung juga daerah yang ada di bawahnya.
A+ A-
BANDUNG - Bandung menjadi salah satu daerah yang rutin terkena banjir. Secara geografis, daerah ini dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya merupakan cekungan besar bagaikan sebuah mangkok raksasa.

Kota Bandung berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi berada di sebelah Utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah Selatan merupakan kawasan rendah dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.

Ini menyebabkan air akan bermuara di dataran paling rendah atau di daerah Bandung Selatan yaitu Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah dan Cieunteung. Inilah yang menjadi salah satu faktor seringnya daerah Selatan Bandung mengalami banjir.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) pun membangun beberapa infrastruktur sumber daya air untuk meminimalisir banjir di Bandung dan sekitarnya. Berbagai program tersebut dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, salah satunya Terowongan Nanjung.



Pembangunan Terowongan Nanjung yang berada pada kawasan hulu Citarum di Curug Jompong ini telah selesai dibangun. Terowongan ini terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan diameter 8 meter yang berfungsi untuk memperlancar aliran Sungai Citarum ke hilir sehingga lama dan luas genangan banjir di kawasan Bandung Selatan bisa berkurang.

Pembangunan Terowongan Nanjung adalah upaya BBWS Citarum untuk mengatasi banjir di Kabupaten Bandung juga daerah yang ada di bawahnya.

Dengan keberadaan Terowongan Nanjung, kapasitas sungai meningkat menjadi 669 m3/detik dari semulanya kapasitas air di Sungai Citarum 570 m3/detik, sehingga dapat mengurangi luas daerah genangan seluas 700 hektare, yang semula 3.461 hektare menjadi 2.761 hektare pada wilayah Dayeuhkolot, Baleendah, Andir dan sekitarnya yang dihuni sekitar 14.000 Kepala Keluarga.



Dengan demikian, kehadiran Terowongan Nanjung telah menjadi solusi untuk meminimalisir dampak negatif dari bencana banjir yang sering terjadi di daerah tersebut.
(alf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top