Idham Azis: Percayalah di Ujung Masa Jabatan, Saya Ingin Tunjukkan Komitmen

loading...
Idham Azis: Percayalah di Ujung Masa Jabatan, Saya Ingin Tunjukkan Komitmen
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akhirnya menjawab kritik sejumlah anggota Komisi III DPR mengenai pengadaan barang di institusi Polri yang dinilai banyak permainan dengan vendor. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akhirnya menjawab kritik sejumlah anggota Komisi III DPR mengenai pengadaan barang di institusi Polri yang dinilai banyak permainan dengan vendor. Sehingga, banyak barang yang mangkrak di berbagai daerah karena tidak terpakai.

Terkait dengan pengadaan IT (informasi dan telekomunikasi) di institusi Polri, Idham segera membentuk tim investigasi internal guna menelusuri pengadaan IT tersebut. (Baca juga: Komisi III DPR Minta Kapolri Junjung Tinggi Netralitas Polri di Pilkada)

“Saya juga akan membuat tim investigasi yang akan diketuai oleh Irwasum (Inspektorat Pengawasan Umum) untuk mengaudit pengadaan IT di Polri selama 3-4 tahun belakangan, saya rasa ini perlu karena seperti mengurai benang kusut ini,” ujar Idham secara virtual dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Mantan Kabareskrim Polri ini menegaskan meskipun sudah di penghujung masa jabatannya sebagai Kapolri, dirinya tidak akan pernah surut dalam menegakkan komitmennya sebagai pucuk pimpinan institusi Polri.



“Percayalah di ujung masa jabatan saya, saya ingin menunjukkan komitmen saya bahwa saya tidak akan pernah surut menegakkan komitmen saya,” jelas Idham.

Karena itu, mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal soal permainan di illegal mining, vendor ataupun rekanan bisnis yang menjalin kerja sama dengan Polri. “Apakah illegal mining, saya tidak kenal vendor, rekanan, saya lurus-lurus saja. Ini bagian dari masalah keteladanan,” tegas Idham.

Sementara itu, Komisi III DPR dalam kesimpulannya mendukung rencana strategis (Renstra) Polri 2020-2024 dalam rangka mewujudkan Polri yang profesional, unggul dan terpercaya.



“Komisi III DPR mendukung institusi Polri dalam rangka mewujudkan Renstra Polri 2020-2024 demi terwujudnya Polri yang profesional, unggul dan terpercaya guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” kata Ketua Komisi III DPR Herman Hery membacakan kesimpulan Raker.

Kemudian, Hery melanjutkan, Komisi III DPR juga meminta kepada Kapolri untuk segera membentuk tim investigasi internal guna mengusut pengadaan IT yang dianggap bermasalah. (Baca juga: Kapolri Tegak Lurus dalam Kasus Djoko Tjandra dan Kebakaran Kejagung)

“Komisi III DPR mendesak Kapolri untuk segera membentuk tim untuk melakukan audit terhadap program pengadaan IT Polri yang terkesan tumpang tindih atau duplikasi serta mangkrak,” pungkasnya.
(kri)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top