Survei BPS: 92% Responden Patuh Kenakan Masker
Senin, 28 September 2020 - 16:27 WIB
loading...
Warga Jakarta terlihat mengenakan masker untuk mencegah penulran virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pada awal September ini Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan survei mengenai perilaku kepatuhan masyarakat disiplin protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) di masa pandemi Covid-19.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, survei melibatkan sebanyak 90.967 responden. Adaoun komposisinya 55% wanita dan 45% laki-laki.
Dari sisi umur, sebanyak 69% berusia muda, yaitu kurang dari 45 tahun. Sementara dilihat dari pendidikan, 61% responden minimal berpendidikan sarjana ke atas.
Suhariyanto mengungkapkan, temuan survei BPS tersebut memperlihatkan persentase masyarakat yang patuh terhadap protokol kesehatan saat ini sebesar 92%.
“Sekarang kita lihat tingkat kepatuhan dari responden terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Jadi dengan memperhatikan 3M, di sana kita bisa melihat bahwa persentase masyarakat yang menggunakan masker itu adalah 92%, menggembirakan,” ungkapnya saat Rilis Hasil Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19, di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (28/9/2020).(Baca juga: 206.870 Orang Sembuh dari COVID-19, Rata-rata Kesembuhan 74,2%)
Semetara itu, persentase kepatuhan masyarakat mencuci tangan masih sebesar 75,38% dan menjaga jarak hanya 73,54%. “Tetapi kalau kita lihat kepatuhan masyarakat untuk mencuci tangan itu masih 75 persen, demikian juga untuk menjaga jarak. Jadi dari temuan ini secara umum menggembirakan tetapi kita perlu memperhatikan penerapan baik untuk mencuci tangan maupun menjaga jarak. Karena 3M ini pada posisi ideal, tiga komponennya harusnya berjalan secara paralel,” ungkap Suhariyanto.
Namun, tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker ini meningkat 8% dibandingkan pada bulan April lalu. Meskipun tingkat kepatuhan mencuci tangan dan menjaga jarak justru mengalami penurunan.
“Nah, kalau kita bandingkan ini dengan posisi pada bulan April yang lalu, persentase masyarakat yang menggunakan masker meningkat sekitar 8 persen. Tetapi yang perlu dijadikan perhatian persentase masyarakat yang mencuci tangan dan menjaga jarak dengan justru mengalami penurunan,” ujar Suhariyanto. ( Baca juga: Update COVID-19: Positif 278.722 Orang, 206.870 Sembuh dan 10.473 Meninggal )
“Jadi ke depan namanya kita perlu melakukan sosialisasi yang lebih supaya masyarakat betul-betul menerapkan 3M secara paralel. Karena menggunakan masker tanpa menjaga jarak tentu tidak akan ada gunanya,” tutur Suhariyanto.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, survei melibatkan sebanyak 90.967 responden. Adaoun komposisinya 55% wanita dan 45% laki-laki.
Dari sisi umur, sebanyak 69% berusia muda, yaitu kurang dari 45 tahun. Sementara dilihat dari pendidikan, 61% responden minimal berpendidikan sarjana ke atas.
Suhariyanto mengungkapkan, temuan survei BPS tersebut memperlihatkan persentase masyarakat yang patuh terhadap protokol kesehatan saat ini sebesar 92%.
“Sekarang kita lihat tingkat kepatuhan dari responden terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Jadi dengan memperhatikan 3M, di sana kita bisa melihat bahwa persentase masyarakat yang menggunakan masker itu adalah 92%, menggembirakan,” ungkapnya saat Rilis Hasil Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19, di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin (28/9/2020).(Baca juga: 206.870 Orang Sembuh dari COVID-19, Rata-rata Kesembuhan 74,2%)
Semetara itu, persentase kepatuhan masyarakat mencuci tangan masih sebesar 75,38% dan menjaga jarak hanya 73,54%. “Tetapi kalau kita lihat kepatuhan masyarakat untuk mencuci tangan itu masih 75 persen, demikian juga untuk menjaga jarak. Jadi dari temuan ini secara umum menggembirakan tetapi kita perlu memperhatikan penerapan baik untuk mencuci tangan maupun menjaga jarak. Karena 3M ini pada posisi ideal, tiga komponennya harusnya berjalan secara paralel,” ungkap Suhariyanto.
Namun, tingkat kepatuhan masyarakat memakai masker ini meningkat 8% dibandingkan pada bulan April lalu. Meskipun tingkat kepatuhan mencuci tangan dan menjaga jarak justru mengalami penurunan.
“Nah, kalau kita bandingkan ini dengan posisi pada bulan April yang lalu, persentase masyarakat yang menggunakan masker meningkat sekitar 8 persen. Tetapi yang perlu dijadikan perhatian persentase masyarakat yang mencuci tangan dan menjaga jarak dengan justru mengalami penurunan,” ujar Suhariyanto. ( Baca juga: Update COVID-19: Positif 278.722 Orang, 206.870 Sembuh dan 10.473 Meninggal )
“Jadi ke depan namanya kita perlu melakukan sosialisasi yang lebih supaya masyarakat betul-betul menerapkan 3M secara paralel. Karena menggunakan masker tanpa menjaga jarak tentu tidak akan ada gunanya,” tutur Suhariyanto.
(dam)
Lihat Juga :