Andi Azwan Ungkap Kronologi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke Rumah Jokowi
Selasa, 13 Januari 2026 - 20:42 WIB
loading...
Ketua Umum Jokowi Mania Andi Azwan mengungkapkan kronologi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke rumah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Jokowi Mania Andi Azwan mengungkapkan kronologi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke rumah Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Eggi dan Damai merupakan tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Andi Azwan menceritakan, dimulai pada 17 Desember 2025 saat itu relawan Jokowi mendatangi rumah Eggi Sudjana. “Di situlah perbincangan dan Bang Eggi menulis sebuah buku. Di buku itu dia katakan CBM, cerdas, berani, dan militan dan ini ada dalam perbincangan-perbincangan beliau ingin bertemu Pak Jokowi,” kata Andi Azwan di Program Rakyat Bersuara di iNews TV ‘Babak Baru, Tudingan ‘Orang Besar’ Ijazah Jokowi, Selasa (13/1/2026).
“Kemudian diwujudkan tanggal 8 Januari dan kami sudah paham untuk itu. Jadi kalau kita flashback lagi tanggal 7 Januari 2025, Bang Eggi mengatakan kalau saya melihat bahwasanya ijazah itu asli, saya akan meminta maaf ke Pak Jokowi, case closed,” sambung dia.
Baca juga: Sekjen ReJo Ungkap 2 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Berpelukan dengan Jokowi
Andi Azwan menuturkan, saat dilakukannya gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya, Eggi Sudjana sudah menerima informasi dari salah satu kuasa hukumnya bahwa ijazah Jokowi tersebut asli.
“Inilah yang dijawantakan oleh Bang Eggi ketika mendapat informasi dalam gelar perkara khusus, Bu Elida sebagai pengacara beliau mengatakan saya sudah melihat dan itu ijazahnya ada, ada watermark yang diributkan ada juga lintasan merah itu asli,” ujar dia.
“Jadi beliau menginfokan ke Bang Eggi, ternyata ada untuk ijazah itu. Kemudian tanggal 8 itu datang ke sana, itu yang hadir Bang Eggi Sudjana, Bang Damai Lubis kemudian ibu Elida. Kemudian dari kita teman-teman dari relawan Jokowi, ada Mas Rahmat di sana,” lanjut dia.
Singkat cerita, kata Andi Azwan, dalam pertemuan itu juga diakhiri dengan adanya suasana hangat antara Jokowi dan Eggi Sudjana.
“Singkat cerita, kalau dikatakan tidak ada minta maaf, untuk apa datang jauh-jauh kalau tidak meminta maaf itu. Apa perlu dikatakan saya harus minta maaf, pelukan sudah menggambarkan itu, sangat erat. Jokowi tidak pernah bersalaman begini,” imbuhnya.
Ia pun menambahkan, hal tersebut ia dapatkan dari pihak-pihak yang bertemu langsung dengan Jokowi. Bahkan, dalam pertemuan yang berlangsung 55 menit, Eggi Sudjana juga memimpin doa.
“Jadi waktu di dalam itu mau diakhiri dengan doa, itu dipimpin oleh Bang Eggi Sudjana, 12 menit itu dihitung dari total 55 menit,” jelas dia.
Andi Azwan menceritakan, dimulai pada 17 Desember 2025 saat itu relawan Jokowi mendatangi rumah Eggi Sudjana. “Di situlah perbincangan dan Bang Eggi menulis sebuah buku. Di buku itu dia katakan CBM, cerdas, berani, dan militan dan ini ada dalam perbincangan-perbincangan beliau ingin bertemu Pak Jokowi,” kata Andi Azwan di Program Rakyat Bersuara di iNews TV ‘Babak Baru, Tudingan ‘Orang Besar’ Ijazah Jokowi, Selasa (13/1/2026).
“Kemudian diwujudkan tanggal 8 Januari dan kami sudah paham untuk itu. Jadi kalau kita flashback lagi tanggal 7 Januari 2025, Bang Eggi mengatakan kalau saya melihat bahwasanya ijazah itu asli, saya akan meminta maaf ke Pak Jokowi, case closed,” sambung dia.
Baca juga: Sekjen ReJo Ungkap 2 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Berpelukan dengan Jokowi
Andi Azwan menuturkan, saat dilakukannya gelar perkara khusus di Polda Metro Jaya, Eggi Sudjana sudah menerima informasi dari salah satu kuasa hukumnya bahwa ijazah Jokowi tersebut asli.
“Inilah yang dijawantakan oleh Bang Eggi ketika mendapat informasi dalam gelar perkara khusus, Bu Elida sebagai pengacara beliau mengatakan saya sudah melihat dan itu ijazahnya ada, ada watermark yang diributkan ada juga lintasan merah itu asli,” ujar dia.
“Jadi beliau menginfokan ke Bang Eggi, ternyata ada untuk ijazah itu. Kemudian tanggal 8 itu datang ke sana, itu yang hadir Bang Eggi Sudjana, Bang Damai Lubis kemudian ibu Elida. Kemudian dari kita teman-teman dari relawan Jokowi, ada Mas Rahmat di sana,” lanjut dia.
Singkat cerita, kata Andi Azwan, dalam pertemuan itu juga diakhiri dengan adanya suasana hangat antara Jokowi dan Eggi Sudjana.
“Singkat cerita, kalau dikatakan tidak ada minta maaf, untuk apa datang jauh-jauh kalau tidak meminta maaf itu. Apa perlu dikatakan saya harus minta maaf, pelukan sudah menggambarkan itu, sangat erat. Jokowi tidak pernah bersalaman begini,” imbuhnya.
Ia pun menambahkan, hal tersebut ia dapatkan dari pihak-pihak yang bertemu langsung dengan Jokowi. Bahkan, dalam pertemuan yang berlangsung 55 menit, Eggi Sudjana juga memimpin doa.
“Jadi waktu di dalam itu mau diakhiri dengan doa, itu dipimpin oleh Bang Eggi Sudjana, 12 menit itu dihitung dari total 55 menit,” jelas dia.
(rca)
Lihat Juga :