Pesan Sri Sultan HB X: Alumni UGM Harus Kembali ke Rakyat
Senin, 15 Desember 2025 - 06:41 WIB
loading...
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat membuka Kagama Regional Leaders Forum (KRLF) 2025, yang digelar di Balai Senat UGM, Yogyakarta. Foto/Ist
A
A
A
YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menekankan pentingnya kepemimpinan yang membumi dan berpihak pada rakyat. Khususnya dalam menghadapi tantangan fiskal yang dialami banyak daerah sekarang ini.
Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan HB X dalam opening remarks saat membuka Kagama Regional Leaders Forum (KRLF) 2025, yang digelar di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat 12 Desember 2025.
Baca juga: 5 Menteri Prabowo Lulusan UGM, Nomor 2 Ketua Umum Parpol
Mengusung tema “Sinergi Pusat–Daerah: Inovasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan di Era Pengetatan Fiskal,” KRLF 2025 menjadi panggung strategis bagi para kepala daerah dan pemimpin regional alumni UGM untuk berbagi praktik terbaik, membangun solidaritas, serta merumuskan arah kolaborasi pembangunan yang lebih adaptif.
“Kepemimpinan itu bukan sekadar kemampuan teknokratis, tapi soal keberpihakan. Berpihak pada rakyat, pada nilai-nilai kemanusiaan, dan itu semua bermula dari apa yang kita serap di kampus perjuangan ini,” ujar Sri Sultan HB X dalam sambutannya dikutip Senin (15/12/2025).
Sri Sultan HB X juga mengingatkan bahwa saat banyak daerah menghadapi tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran, para pemimpin harus mampu menjawabnya dengan kebijaksanaan, inovasi, serta keberanian mengambil keputusan yang berpihak.
“Yang kita butuhkan hari ini adalah pemimpin yang mau dan mampu mendengar denyut rakyatnya, bukan hanya mengeksekusi angka-angka dari pusat,” lanjutnya.
Baca juga: 9 Alumni UGM Jadi Menteri dan Wamen Era Prabowo, Nomor 4 dari Fakultas Kehutanan
KRLF 2025 dihadiri lebih dari 30 kepala daerah, wakil kepala daerah, dan sekretaris daerah yang merupakan alumni UGM dari berbagai wilayah di Indonesia. Hadir pula Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, serta Ketua Umum PP Kagama, Basuki Hadimuljono. Forum ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi kepemimpinan daerah berbasis nilai, serta wadah untuk membangun jejaring lintas wilayah.
Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa KRLF menjadi refleksi penting tentang bagaimana alumni UGM menjaga idealismenya meski telah berada di pusaran kekuasaan daerah.
“Alumni UGM harus jadi penggerak perubahan yang tak kehilangan akar. Kita bukan sekadar administrator, tapi pembawa semangat kerakyatan dalam setiap kebijakan,” ungkap Basuki.
Sementara itu, Wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, membagikan pengalaman inovatif Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengelola persoalan lingkungan melalui program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Hasto menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan teknis dan proyek jangka pendek.
Dibutuhkan gerakan kolektif warga yang menyadari bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari rumah tangga.
“Kami di Jogja percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di rumah. Melalui Mas JOS, kami ajak warga menjadi pelaku utama pengelolaan sampah, bukan sekadar penonton,” ujar Hasto dalam salah satu sesi diskusi KRLF yang bertemakan transformasi lokal berbasis nilai.
Mas JOS merupakan program unggulan Pemerintah Kota Yogyakarta yang menekankan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini terdiri dari lima langkah sederhana namun berdampak besar: memilah sampah sesuai jenis, membawa sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik di rumah, mengurangi sisa makanan, dan menggunakan wadah berulang.
Langkah-langkah tersebut dirancang agar mudah diterapkan oleh warga, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab. Sampah tidak hanya menjadi soal kebersihan, tetapi juga pintu masuk menuju pembentukan kesadaran ekologis warga kota.
Diketahui, Forum ini menghasilkan berbagai rumusan kebijakan strategis dan rencana tindak lanjut dalam bentuk jejaring Kagama Regional Leaders Network, yang akan menjadi wadah kolaboratif antar-pemimpin alumni UGM lintas daerah.
KRLF ditutup dengan dialog antar-wilayah, refleksi bersama, dan komitmen memperkuat kontribusi alumni UGM dalam membangun daerah sebagai fondasi transformasi nasional yang berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan HB X dalam opening remarks saat membuka Kagama Regional Leaders Forum (KRLF) 2025, yang digelar di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat 12 Desember 2025.
Baca juga: 5 Menteri Prabowo Lulusan UGM, Nomor 2 Ketua Umum Parpol
Mengusung tema “Sinergi Pusat–Daerah: Inovasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan di Era Pengetatan Fiskal,” KRLF 2025 menjadi panggung strategis bagi para kepala daerah dan pemimpin regional alumni UGM untuk berbagi praktik terbaik, membangun solidaritas, serta merumuskan arah kolaborasi pembangunan yang lebih adaptif.
“Kepemimpinan itu bukan sekadar kemampuan teknokratis, tapi soal keberpihakan. Berpihak pada rakyat, pada nilai-nilai kemanusiaan, dan itu semua bermula dari apa yang kita serap di kampus perjuangan ini,” ujar Sri Sultan HB X dalam sambutannya dikutip Senin (15/12/2025).
Sri Sultan HB X juga mengingatkan bahwa saat banyak daerah menghadapi tekanan fiskal dan keterbatasan anggaran, para pemimpin harus mampu menjawabnya dengan kebijaksanaan, inovasi, serta keberanian mengambil keputusan yang berpihak.
“Yang kita butuhkan hari ini adalah pemimpin yang mau dan mampu mendengar denyut rakyatnya, bukan hanya mengeksekusi angka-angka dari pusat,” lanjutnya.
Baca juga: 9 Alumni UGM Jadi Menteri dan Wamen Era Prabowo, Nomor 4 dari Fakultas Kehutanan
KRLF 2025 dihadiri lebih dari 30 kepala daerah, wakil kepala daerah, dan sekretaris daerah yang merupakan alumni UGM dari berbagai wilayah di Indonesia. Hadir pula Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, serta Ketua Umum PP Kagama, Basuki Hadimuljono. Forum ini menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi kepemimpinan daerah berbasis nilai, serta wadah untuk membangun jejaring lintas wilayah.
Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa KRLF menjadi refleksi penting tentang bagaimana alumni UGM menjaga idealismenya meski telah berada di pusaran kekuasaan daerah.
“Alumni UGM harus jadi penggerak perubahan yang tak kehilangan akar. Kita bukan sekadar administrator, tapi pembawa semangat kerakyatan dalam setiap kebijakan,” ungkap Basuki.
Sementara itu, Wali kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, membagikan pengalaman inovatif Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengelola persoalan lingkungan melalui program Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Hasto menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan teknis dan proyek jangka pendek.
Dibutuhkan gerakan kolektif warga yang menyadari bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari rumah tangga.
“Kami di Jogja percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil di rumah. Melalui Mas JOS, kami ajak warga menjadi pelaku utama pengelolaan sampah, bukan sekadar penonton,” ujar Hasto dalam salah satu sesi diskusi KRLF yang bertemakan transformasi lokal berbasis nilai.
Mas JOS merupakan program unggulan Pemerintah Kota Yogyakarta yang menekankan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Program ini terdiri dari lima langkah sederhana namun berdampak besar: memilah sampah sesuai jenis, membawa sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik di rumah, mengurangi sisa makanan, dan menggunakan wadah berulang.
Langkah-langkah tersebut dirancang agar mudah diterapkan oleh warga, sekaligus memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan bertanggung jawab. Sampah tidak hanya menjadi soal kebersihan, tetapi juga pintu masuk menuju pembentukan kesadaran ekologis warga kota.
Diketahui, Forum ini menghasilkan berbagai rumusan kebijakan strategis dan rencana tindak lanjut dalam bentuk jejaring Kagama Regional Leaders Network, yang akan menjadi wadah kolaboratif antar-pemimpin alumni UGM lintas daerah.
KRLF ditutup dengan dialog antar-wilayah, refleksi bersama, dan komitmen memperkuat kontribusi alumni UGM dalam membangun daerah sebagai fondasi transformasi nasional yang berkelanjutan.
(shf)
Lihat Juga :