Jelang Peringatan Sumpah Pemuda, Hasto Ingatkan Pesan Bung Karno
Minggu, 26 Oktober 2025 - 00:05 WIB
loading...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan pesan Presiden ke-1 RI, Soekarno, akan pentingnya menjadikan Indonesia sebagai bangsa samudera dan negara maritim yang berdaulat. Foto/Achmad Al Fiqri
A
A
A
CIREBON - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengingatkan pesan Presiden ke-1 RI, Soekarno, akan pentingnya menjadikan Indonesia sebagai bangsa samudera dan negara maritim yang berdaulat. Hal itu melalui penguasaan teknologi, riset, dan inovasi, serta keyakinan pada kekuatan sendiri.
Pesan itu disampaikan Hasto menjelang peringatan Sumpah Pemuda saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Bidang Pariwisata serta Bidang Kelautan dan Perikanan di Kantor DPC PDIP Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (25/10/2025).
Baca juga: Menggali Kembali Semangat dari Teks Sumpah Pemuda yang Dibacakan 28 Oktober 1928
“Bung Karno pernah mengatakan, kita tidak akan menjadi negara kuat, sentosa, dan sejahtera jika tidak menguasai samudera raya. Kita tak bisa menjadi bangsa yang besar tanpa kembali menjadi bangsa bahari, bangsa pelaut sebagaimana pada masa kejayaan dulu,” ujar Hasto.
Dalam politik maritim, kata Hasto, Bung Karno menggambarkan Indonesia merupakan negara yang disatukan oleh laut. Untuk itu, ia menilai, Bung Karno berpandangan bahwa kemajuan Indonesia bersumber dari kekuatan pertanian dan kelautan.
“Presiden pertama RI berpesan agar kita percaya bahwa kemajuan bangsa lahir dari tanah dan lautnya sendiri. Ketika kita meninggalkan jati diri sebagai bangsa maritim, kita kehilangan arah pembangunan,” ujarnya.
Baca juga: Anak Pemulung Ini Raih Penghargaan dari Kemenpora di Momen Sumpah Pemuda, Berikut Kisahnya
Kendati demikian, Hasto mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada semangat jati diri maritim, menjelang Sumpah Pemuda 28 Oktober, Hasto.
“Momentum ini harus membangunkan spirit kita sekaligus meluruskan paradigma pembangunan yang salah, yang meninggalkan identitas kita sebagai bangsa samudera. Kejayaan Indonesia lahir karena kita menguasai lautan,” pungkas Hasto.
Pesan itu disampaikan Hasto menjelang peringatan Sumpah Pemuda saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Bidang Pariwisata serta Bidang Kelautan dan Perikanan di Kantor DPC PDIP Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (25/10/2025).
Baca juga: Menggali Kembali Semangat dari Teks Sumpah Pemuda yang Dibacakan 28 Oktober 1928
“Bung Karno pernah mengatakan, kita tidak akan menjadi negara kuat, sentosa, dan sejahtera jika tidak menguasai samudera raya. Kita tak bisa menjadi bangsa yang besar tanpa kembali menjadi bangsa bahari, bangsa pelaut sebagaimana pada masa kejayaan dulu,” ujar Hasto.
Dalam politik maritim, kata Hasto, Bung Karno menggambarkan Indonesia merupakan negara yang disatukan oleh laut. Untuk itu, ia menilai, Bung Karno berpandangan bahwa kemajuan Indonesia bersumber dari kekuatan pertanian dan kelautan.
“Presiden pertama RI berpesan agar kita percaya bahwa kemajuan bangsa lahir dari tanah dan lautnya sendiri. Ketika kita meninggalkan jati diri sebagai bangsa maritim, kita kehilangan arah pembangunan,” ujarnya.
Baca juga: Anak Pemulung Ini Raih Penghargaan dari Kemenpora di Momen Sumpah Pemuda, Berikut Kisahnya
Kendati demikian, Hasto mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada semangat jati diri maritim, menjelang Sumpah Pemuda 28 Oktober, Hasto.
“Momentum ini harus membangunkan spirit kita sekaligus meluruskan paradigma pembangunan yang salah, yang meninggalkan identitas kita sebagai bangsa samudera. Kejayaan Indonesia lahir karena kita menguasai lautan,” pungkas Hasto.
(shf)
Lihat Juga :